PLN UP3 Garut Imbau Warga Berhati-hati Pasang Lampu Hias “Agustusan”

garutexpress.id- Setiap memasuki tanggal 17 Agusustus, bendera dan umbul-umbul serta lampu hias biasa digunakan untuk menyemarakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) atau biasa disebut Agustusan.

Untuk menyemarakan HUT Kemerdekaan RI yang ke 75 tahun ini, PLN UP3 Garut mewanti-wanti kepada para warga di kabuten garut perihal pemasangan atribut, umbul-umbul, bendera ataupun lampu-lampu penjor untuk berhati-hati jangan terlalu dekat dengan jaringan listrik yang ada di sekitarnya.

Hal itu disampaikan oleh Humas Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Garut, Agus Mulyana. Pihaknya mengimbau kepada setiap elemen masyarakat agar tidak memasang bendera dan umbul-umbul dekat dengan jaringan listrik.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Garut agar tidak memasang bendera dan umbul-umbul dekat dengan jaringan listrik PLN, karena dapat mengakibatkan pemadaman listrik,” kata Agus, Rabu (12/08/2020).

Dikatannya, himbauan tersebut dikeluarkan oleh PLN pusat ini secara nasional. Imbauan inipun bukan berarti larangan, melainkan agar bendera dan umbul-umbul tersebut dipasang pada jarak yang aman dengan jaringan SUTM PLN.

“Jadi kami mengimbau untuk bendera dan umbul-umbul itu dipasang ada jaraknya. Tidak terhubung dengan kabel dan jaringan karena seperti arus listrik, yang bisa mengganggu listrik dan keselamatan warga,” jelasnya.

Pemasangan lampu-lampu untuk perayaan tujuh belasan juga diimbau menggunakan jalur prosedural. Salah satunya, tidak mengambil satu daya langsung dari jaringan distribusi PLN.

“Tindakan tersebut sangat berisiko. Selain berpotensi mengakibatkan gangguan kelistrikan, juga keselamatan pihak yang melakukannya. Sumber daya diambil dari stop kontak di rumah atau bangunan terdekat,” katanya.

Ditambahkannya, pemilihan material dan cara penyambungannya perlu diperhatikan agar tidak mudah rusak. Penyambungan ilegal dapat dikenakan denda sesuai jumlah daya yang digunakan. Bahkan, bila penggunaan untuk kepentingan industri dimungkinkan diproses secara hukum. (*)

Reporter : Goner
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here