Pengakuan Pria Pencongkel Jendela Warga di Garut Membuat Hati Teriris

Penandatanganan pencabutan laporan di Polsek Karangpawitan, Garut, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2020).*

Garutexpress.id – Pria berinisial R (39) yang nyaris menjadi amukan massa mengakui perbuatannya di hadapan Polisi. Dengan wajah memelas, R menceritakan semua kronologi kejadian di hadapan Polisi dan warga wang menangkapnya.

R mengaku melakukan perbuatan nekadnya karena terdesak kebutuhan ekonomi. Ia mengaku sejak pandemi Covid-19 dirinya tak memiliki pekerjaan.

“Biasanya saya kerja bangunan. Tapi sejak Corona ga ada lagi pekerjaan,” aku R dihadapan warga saat ditemui di Mapolsek Karangpawitan, Sabtu (8/8/2020).

Sementara dirinya terdesak kebutuhan bayar utang. Pasalnya, beberapa waktu lalu istrinya melahirkan dengan cara sesar.

“Kemarin kan istri saya abis sesar. Uangnya dapat pinjam dari teman,” katanya.

Pria yang mengaku tinggal di sebuah kontrakan di kawasan Desa Suci Kaler ini mengaku merantau dari Kabupaten Purwakarta. Namun belakangan ini, kerjaan di Garut sulit sejak pandemi corona ada.

“Saya menganggur sekarang. Saya akui salah karena gelap mata,” ucapnya.

Sementara itu, tokoh pemuda Perum Buana Putra, Noto Wibowo, mengaku tak tega dengan persoalan yang sedang dihadapi pelaku. Hasil musyawarah warga, akhirnya laporan dicabut.

“Kalau dia mendekam di dalam tahanan lalu siapa yang akan memberi nafkan anak istrinya,” kata Noto.

Dengan pencabutan laporan tersebut, pelaku pencokelan rumah warga di Perum Buana Putra akhirnya dibebaskan.

Kasus pencongkelan jendela rumah warga berujung damai di Kepolisian.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria inisial R (39) tak berdaya saat ditangkap warga gara-gara mencoba masuk rumah dengan cara mencongkel jendela. Peristiwa tersebut terjadi di Perum Buana Putra, Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan, Garut Jawa Barat.

Peristiwa tersebut terjadi pada, Sabtu (8/8/2020) menjelang adzan subuh. Saat itu warga yang bertugas berjaga ronda pulang ke rumahnya masing-masing.

Saat situasi komplek sedang sepi, tiba-tiba pelaku menyelinap masuk meloncat dari benteng. Namun nahas, saat melakukan aksinya mencongkel jendela warga setempat pemilik rumah bangun dan meringkus pelaku.

“Warga kaget ada kegaduhan, lalu pada ke luar dan membantu menangkap pelaku yang mencoba melarikan diri,” kata tokoh pemuda setempat, Irfan (36), kepada garutexpress.id, Sabtu (8/8/2020).

Menurut Irfan, warga setempat sempat terpancing oleh aksi pelaku yang nekad menyelinap masuk ke area perumahan. Apalagi, kata dia, aksinya sempat mencongkel jendela milik salah seorang warga.

“Walaupun belum berhasil mencuri apa-apa namun aksinya menyelinap ke dalam komplek dan mencongkel jendela warga tentu berniat jahat. Untung saja aksinya bisa digagalkan oleh pemilik rumah,” ucapnya.

Irfan mengaku, warga setempat sempat terpancing emosi dan menghadiahi beberapa pukulan. Namun semuanya bisa terkendali karena banyak tokoh masyarakat yang ikut mengamankan.

Sementara itu, warga lainnya, Agus Komarudin, mengataka pelaku R merupakan warga Kabupaten Purwakarta namun ngontrak dan tinggal di Desa Suci Kaler. Menurutnya, aksi nekadnya dilakukan karena terdesak kebutuhan.

“Informasinya pelaku sudah lama menganggur sejak pandemi melanda. Tadinya pelaku bekerja sebagai sopir,” ucap Agus.

Agar tidak menjadi korban amuk massa, kini pelaku diamankan di Polsek Karangpawitan.(*)

Reporter: Farhan SN
Editor: Citra Kharisma


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here