“Pengajian Zoom Meeting,” Cara Majlis Tarbiyah Wanaraja Sambut Tahun Baru 1442 Hijriyah

SUASANA pengajian dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1442 Hijriyah dengan memanfaatkan aplikasi ‘zoom meeting’ di lingkungan Majelis Tarbiyah di Kampung Bojong, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Kamis (20/08/2020)***

garutxpress.id- Beragam cara kaum Muslimin menyambut tibanya tahun baru Hijriyah, mulai dai pengajian, istighosah hingga pawai obor. Pada penyambutan awal tahun baru 142 Hijriyah kali ini, ada yang berbeda dalam pelaksanaan penyambutan tahun baru Islam yang dilaksanakan Majelis Tarbiyah, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.

Jika biasanya puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah berkumpul di kompleks Majelis Tarbiyah yang berlokasi di Kampung Bojong tersebut, kali ini kegiatan pengajian hanya diikuti sekitar 100 jemaah.

Selebihnya, puluhan ribu jemaah lainnya mengikuti kegiatan pengajian secara zoom meeting di daerahnya maing-masing. Pembatasan jumlah jemaah sengaja dilakukan guna mencegah penyebara Covid-19 yang saat ini kembali marak di wilayah Garut.

Pimpinan Majelis Tarbiyah, KH Benghan Syarifudin atau yang akrab disapa Aa Benghan, menyebutkan dalam pelaksanaan peringatan tahun baru Islam 1442 Hijiriyah ini, pihaknya sengaja melakukan pembatsan jumlah jemaah di lingkungan kompleks Majelis Tarbiyah. Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga mengingat saat ini jumlah jemaah yang sudah semakin banyak.

“Jemaah Majelis Tarbiyah saat ini sudah semakin banyak dan jika tidak kita batasi, yang hadir di sini bisa mencapai puluhan ribu. Kita ingin memberikan contoh positif terkait upaya pencegahan penyebara Covid-19, meskipun kita tetap laksankaan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya,” ujar Benghan.

Dikatakannya, jemaah yang lain masih tetap mengikuti kegitan peringatan tahun baru Islam yang kali ini dilaksanakan di sejumlah titik. Tak hanya di sejumlah daerah di Kabupaten Garut, peringatan juga dilaksnakan jemaah majelis Tarbiyah yang ada di sejumlah daerah di Jawa Barat dan juga di luar Jawa dengan total jemaah mencapai 38.025.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, peringatan tahun baru Islam tidak hanya dilaksanakan dengan menggelar pengajian akan tetapi juga kegiatan sosial berupa pembagian sembako dan hewan ternak. Hanya saja, kali ini pembegian bantuan tidak dipusatkan di wilayah Wanaraja saja akan tetapi disebar di berbagai daerah.

Benghan menyampaikan, tema yang diusung dalam peringatan tahun baru Islam kali ini yakni “Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya”. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan adalah rasa membangkitkan rasa optimisme.

Menurutnya, meskipun saat ini kita menghadapi situasi yang sulit, rasa optimis tetap harus dimiliki dan hidup itu harus tetap berjalan. Rasa ketakutan dinilainya bisa mempengaruhi kejiwaan sehingga ia mengharapkan semua pihak untuk tidak terlalu takut menghadapi permasalahan termasuk Covid-19.

“Kita hadapi saja secara wajar, jangan terlalu takut, tetap optimis mengarungi kehidupan. Intinya saya juga mengajak di usia kemerdekaan negara kita yang sudah 75 tahun ini, kita harus semakin cerdas dan semakin sejahtera,” katanya.

Benghan juga menuturkan, “Nyaho, Bisa, Boga” masih menjadi slogan Majelis Tarbiyah. Nyaho dalam artian masyarakat terutama jamaah harus mempunyai ilmu agar tak salah jalan dalam menjalankan kehidupan ini. Bisa artinya jamaah harus dapat atau mampu menjalani kehidupan termasuk kewajiban yang telah ditentuka sesuai ajaran agama.

Sedangkan boga atau punya, tambahnya, jamaah harus punya bekal harta agar bisa tenang dalam menjalankan kehidupan dan ibadah kepada Alloh yang telah menciptkan mereka. Ketiga kata itu harus dimiliki oleh manusia agar bisa bertahan hidup.

Dengan alasan itulah, di majelis Tarbiyah ini, dirinya bukan hanya memberikan bekal ilmu agama kepada para jemaah akan tetapi juga bekal ilmu usaha agar pra jemaah bisa meningkatkan taraf perekonomian mereka.

“Dalam setiap kali pengajian yang digelar, selain bimbingan agama, kami juga terus memberikan edukasi kepada jamaah agar kehidupannya bisa lebih sejahtera. Dengan berternak ayam kampung, misalnya yang dianggap bisa jadi salah satu solusi mengubah taraf ekonomi. Makanya, selain sembako, pra jemaah juga kita berikan bantuan berupa ayam kampung untuk diternakan,” ungkapnya. (*)

Reporter : Ahen

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here