Pembangunan Jalan Poros Tengah Dipastikan Rampung Akhir Tahun 2020, PUPR Garut: Perizinan dalam Proses

garutexpress.id- Pembangunan jalan poros tengah yang menghubungkan Desa Sukamurni Kecamatan Cilawu ke Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi, Garut Selatan sepanjang 13,4 kilometer dengan lebar sekitar 7 meter dipastikan akan rampung akhir tahun 2020.

Menurut Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Kabupaten Garut, Hari Hardiman, kelengkapan perizinan pembangunan jalan poros itu saat ini sedang dalam proses. Proses surat menyurat sendiri sudah dilakukan sejak lama.

“Sekarang kan masih menunggu izin amdal dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut. Setelah (izin) amdal turun, dilanjutkan ke Kementrian untuk mendapatkan izin pinjam pakai kawasan hutan atau IPPKH. Kelengkapan izin itu dipastikan segera turun,” kata Hari di ruang kerjanya, Kamis (13/08/2020).

Meski demikian, kata Hari, pembangunan jalan itu hanya sebatas membuka lahan saja. Sedangkan pengaspalan akan dilakukan pada tahun 2021 mendatang.

“Kalau tahun 2020 ini hanya membuka lahan dilanjutkan pengerasan bawah atau dasar. Nah 2021 baru diaspal,” katanya.

Menurutnya, jika jalan ini sudah bisa digunakan maka akan meningkatkan perekonomian masyarakat karena distribusi hasil pertanian akan lebih lancar.
Selain itu, dorongan dan keinginan masyarakat dua kecamatan (Banjarwangi- Cilawu) menjadi dasar dalam usulan rencana fisik pembangunan jalan poros tengah tersebut, yang akan dilaksanakan secara swa kelola dengan perkiraan pagu anggaran sebesar Rp 3,2 miliar.

“Kalau sekarang tidak ada kegiatan karena dihentikan menunggu kelengkapan perizinan turun. Namun ahir tahun jalan tersebut sudah dibuka tetapi belum diaspal,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, pembangunan jalan poros tengah untuk mempermudah akses menuju wilayah selatan Garut ini sempat meimcu protes. Selain dari warga, juga aktivis lingkungan.

Sebagian kalangan menilai, pembangunan jalan itu selain tidak memiliki izin juga akan merusak kawasan hutan lindung. Bahkan, Bupati Garut Rudy Gunawan dan Wakil Bupati Garut Helmi Budiman pun sempat berbeda pendapat.

Aksi penolakan ke DPRD pun sempat dilakukan sejumlah masyarakat. Karena belum ada kelengkapan izin, ahirnya pembangunan jalan tersebut dihentikan sementara sampai sekarang.(*)

Reporter : Papap

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here