PD2LT di Partai Golkar Dinilai Baik, Iman Alirahman Janjikan “Golkar Ngabelesat”

Iman alirahman saat menyerahkan berkas persyaratan Calon Ketua DPD Partai Golkar Garut.*

Garutexpress.id – Salahsatu pemenuhan syarat untuk menjadi calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, yaitu harus memiliki prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas dan tidak tercela (PD2LT). Hal tersebut tertuang dalam Pasal 49 Petunjuk Pelaksanaan DPP Partai Golongan Karya.

Calon Ketua DPD Partai Golkar Garut, Iman Alirahman mengatakan, secara yuridis Munas X merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi dalam Partai Golkar. Oleh karenanya, kata dia, materi muatan yang diatur dalam Juklak sebagai keputusan Munas tidak dapat ditambah atau dikurangi oleh forum lain termasuk oleh Panitia Pengarah Musda Partai Golkar Kabupaten Garut.

Iman alirahman saat menyerahkan berkas persyaratan Calon Ketua DPD Partai Golkar Garut.*

“Penambahkan pembatasan uraian PD2LT dalam kurun waktu 5 tahun sebelumnya yang dinilai tidak mendasar. Menurut hemat saya secara obyektif harus didasarkan pada evaluasi secara empirik atas kegiatan yang bersangkutan selama menjadi anggota Partai Golkar. Hal tersebut sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Keputusan Musyawarah Nasional X Partai Gololongan Karya Tahun 2019 Nomor VIII/MUNAS-X/GOLKAR/2019,” kata Iman Alirahman kepada “GE” Kamis (20/8/2020).

Berdasarkan hal di atas, kata dia, maka dalam mengukur PD2LT terkait ke-Golkaran harus selaras dengan arahan ketentuan Pasal 2 Anggaran Dasar. Di dalamnya menetapkan bahwa Partai Golkar merupakan kelanjutan Sekretariat Bersama Golongan Karya yang didirikan pada tanggal 20 Oktober 1964 di Jakarta, untuk jangka waktu yang tidak ditentukan.

Serta harus sejalan pula dengan arahan ketentuan Pasal 37 Anggaran Dasar , antara lain menegaskan bahwa Partai GOLKAR menjalin kerjasama dengan organisasi kemasyarakatan sebagai sumber kader, yang mempunyai ikatan sejarah sebagai organisasi pendiri, yaitu Kosgoro, Ormas MKGR dan Soksi, serta menjalin kerjasama dengan organisasi yang didirikan.

Oleh karena itu menurut hemat saya dalam menentukan ruang lingkup aktifitas PD2LT ke Golkaran, uraiannya tidak dibatasi hanya pada pengalaman selaku Pengurus Partai Golkar baik pada tingkat DPD Kabupaten maupun pengurus tingkat Kecamatan, akan tetapi berkaitan dengan seluruh kegiatan setiap anggota dan atau kader Partai Golkar sejak berdiri Sekber Golkar sampai dengan deklarasi perubahan Golkar menjadi Partai Golkar hingga sekarang.

Termasuk berbagai aktifitasnya dalam turut memajukan organisasi pendiri dan organisasi yang didirikan, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menilai PD2LT calon Ketua DPD Partai GOLKAR Kabupaten Garut.

Iman mengaku, aktif sebagai anggota Partai Golkar dimulai sejak tahun 1986, sesuai Kartu Anggota Golkar (KAG) yang waktu itu ditanda tangani oleh Bapak Let.Kol Suwarna.

Peran yang dijalankan sebagai anggota Golkar yang berasal dari jalur B, yaitu Birokrat dalam memperjuangkan kemenangan dan keunggulan Golkar dalam pelaksanaan Pemilu. Yaitu dengan melakukan penggalangan secara persuasif dengan berbagai komponen di masyarakat.

Penugasan secara khusus dalam kedudukan sebagai anggota Golkar dari jalur B, kata Iman, dimulai sejak tahun 1989 sampai dengan tahun 1997. Saat itu dirinya menjabat sebagai Camat di tiga wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Bayongbong, Kecamatan Cikajang dan Kecamatan Garut Kota.

Dalam kapasitas sebagai Kepala Wilayah Kecamatan berdasarkan tatanan organisasi Golkar saat itu, secara otomatis menjadi Ketua Musyawarah Keluarga Besar Golkar (MKBG). Fungsinya memimpin, mengarahkan, memutuskan berbagai kepentingan politik Golkar di dalam forum musyawarah antara Jalur A (ABRI), Jalur B (Birokrat) dan jalur G (Golkar) yang diwakili oleh Komisaris Golkar.

“Pada saat itu, hubungan antara Golkar dengan Pemerintah berjalan saling menguatkan satu sama lain,” kenang Iman.

Sehingga telah menjadi kebijakan yang tersirat dalam pemerintahan, bahwa penentuan karir di birokrat salah satu pertimbangannya, didasarkan kepada penilaian atas capaian prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas, dan tidak tercela secara politik ke Golkaran.

“Berdasarkan penilaian seperti itu, pada saat saya menjadi Camat sekaligus sebagai Ketua MKBG selama 9 tahun, saya mampu menunjukan kerja dan kinerja politik dengan PD2LT yang baik. Terbukti pada Pemilu tahun 1992 di Kecamatan Bayongbong dan Pemilu 1997 pada waktu menjabat Camat Garut Kota raihan suara Golkar mengalami kenaikan,” kaunya.

Dan atas prestasi tersebut saya diberi penghargaan mendapat promosi jabatan dari semula Camat menjadi Kepala Dinas Kebersihan Dan Pertamanan di usia 38 tahun.

Selanjutnya pada tahun 1999 bersamaan dengan berjalannya reformasi, yang melarang PNS menjadi anggota Parpol ia tetap memelihara hubungan emosional dan tanggung jawab moral kepada Golkar yang saat itu telah berubah menjadi Partai Golkar.

“Hal ini dibuktikan dengan keberpihakan, dedikasi serta loyalitas saya kepada Partai Golkar dengan mendukung kegiatan-kegiatan Partai. Baik secara langsung melalui aktivitas saya dalam organisasi yang mendirikan maupun organisasi yang didirikan (ORSAMENDI) Partai Golkar, maupun secara tidak langsung melalui kapasitas jabatan yang diemban di Pemerintah Kabupaten Garut,” kata Iman.

Pada tahun 2006 saat menjabat sebagai Kepala Bappeda, ia mengaku turut terlibat dalam memajukan kepemudaan melalui kedudukannya sebagai Pengurus DPD AMPI Kabupaten Garut sebagai Wakil Ketua Masa Bakti 2005-2010. Kemudian pada tahun 2013 saat menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Iman pun dilibatkan menjadi Pengurus DPC MKGR Kabupaten Garut sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Masa Bakti 2012- 2017.

“Pada bulan Maret tahun 2018 saya dipercaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan DPC MKGR Kabupaten Garut Masa Bakti 2018 – 2023.

Keyakinan saya atas PD2LT di Partai Golkar memiliki penilaian baik. Dibuktikan dengan terbitnya Keputusan DPP Partai Golkar Nomor R-731/GOLKAR/I/2018 Tentang Persetujuan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Garut, yang telah memberikan kontribusi besar terhadap Partai Golkar Kabupaten Garut. Selain itu, mampu menghidupkan mesin politik Partai Golkar dalam menghadapi Pemilu tahun 2019,” katanya.

Iman mengaku, memiliki komitmen ke depan jika dirinya terpilih menjadi Ketua Golkar Garut. Ia menjanjikan akan mengembalikan kebesaran nama Golkar di Garut.

“Saya pastikan Golkar Ngabelesat jika saya terpilih menjadi ketua Golkar Garut. Golkar unggul dalam raihan suara, Golkar Solid secara institusional dan Partai Golkar maju dan mampu menghadirkan kesejahteraan secara merata di tengah masyarakat,” janjinya. (*)

Reporter: Awis
Editor: Citra Kharisma


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here