Para Pelaku Pencabutan Bendera Merah Putih Diamankan, Ini Keterangan Pihak Polres Garut

garutexpress.id- Beberapa pencabut bendera merah putih ahirnya berhasil diamankan aparat. Sebelumnya aksi para pelaku yang terekam CCTV sempat viral di jejaring media sosial. Belakangan diketahui, para pelaku merupakan anak-anak di bawah umur.

Dalam keterangan persnya, Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng, mengungkapkan, dari rekaman CCTV ada enam anak yang terlihat. Dari rekaman itu, ada dua orang yang mengambil bendera.

“Setelah kami mintai keterangan, tiga orang lainnya mengaku ikut mengambil bendera. Tapi di lokasi berbeda. Ada lima orang yang membawa bendera,” kata Maradona dihadapan sejumlah awak media di Mapolres Garut, Kamis (27/08/2020).

Kasatreskrim menegaskan, bahwa anak-anak itu mengambil bendera hanya sekedar iseng. Tak ada motif lain dari pengambilan bendera itu.

“Dari rekaman CCTV, mereka memperlakukan bendera dengan layak. Kami juga gunakan bukti CCTV dari lokasi lain. Mereka juga sangat menghargai bendera yang diambil. Hasil penyelidikan juga seperti itu,” katanya.

Anak-anak yang berurusan dengan hukum itu tetap dilakukan tindak pidana. Namun, dikarenakan masih di bawah umur, pihaknya menggunakan sistem peradilan anak sesuau UU nomor 11 tahun 2012.

“Mereka terkena ancaman tiga bulan. Dengan ancaman itu, wajib dilakukan diversi. Tadi sudah kami hadirkan anak dan orang tuanya berserta dari Bapas. Kesepakatannya untuk dikembalikan ke orang tua,” ucapnya.

Related Post

Saat Polres Garut melakukan rilis kasus tersebut, tak ada anak-anak yang dihadirkan. Hal itu sesuai dengan sistem peradilan anak. Kelima anak yang berkonflik dengan hukum itu semuanya berasal dari Garut.

“Mereka juga menyadari kesalahannya. Kasusnya tuntas di luar proses peradilan dengan diversi ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kasubsi Bimbingan Pelayanan Klien Anak Bapas Kelas II Garut, Rustikawati, mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan hingga diversi. Hasilnya anak-anak itu dikembalikan ke orang tua.

Meski dikembalikan, Bapas akan melakukan pengawasan selama tiga bulan. Orang tua diharap ikut memantau anak-anaknya agar tak mengulangi kesalahan yang sama. “Jika terjadi hal tak diinginkan, dianggap tak berhasil, bisa dilanjut proses hukumnya,” tukasnya. (*)

Reporter : FW

Editor     : ER

 


Redaksi GE:
Leave a Comment

This website uses cookies.