KWH Token Lama Tak Diperbaiki, Pelanggan PLN Khawatir Tagihan Listrik Melonjak

KWH Token listrik di rumah Pipih Sopiah, salah seorang pelanggan PLN di Kampung Awassagara, RT 04/RW 01, Desa Awassagara, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut tak kunjung diperbaiki pihak PLN. Foto diambil Sabtu (08/08/2020)***

garutexpress.id- Pipih Sopiah, salah seorang warga yang juga pelanggan PLN di Kampung Awassagara, RT 04/RW 01, Desa Awassagara, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut mempertanyakan kinerja dan transparan pihak PLN UP3 Garut.

Pipih mengaku, sudah 1 tahun lebih di rumahnya tidak terpasang KWH token listrik. Hal ini dikhawatirkan ada tagihan listrik melonjak. Sementara, selama ini listrik di rumah masih seperti biasa nyala (mengalir).

Padahal, Pipih mengaku telah melapor kondisi ini ke pihak PLN terdekat, yakni PLN ULP Pameungpeuk namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Wawan Hermawan selaku Ketua KSM LSM GMBI Cikelet angkat bicara. Wawan berharap pihak PLN segera memberikan informasi yang jelas dan transparan terhadap pelanggan.

“Jadi kita harapkan PLN bisa memberikan informasi yang clear dan transparan kepada pelanggan,” ujar Wawan Hermawan, Minggu (9/8/2020).

Menurutnya, fokus utama PLN saat ini adalah pada aspek distribusi. Ia menilai pelayanan maksimal, termasuk menjawab keluhan pelanggan yang seharusnya menjadi  prioritas bagi PLN saat ini.

Related Post

Wawan mengatakan, PLN sudah seharusnya menjelaskan dan menjawab dengan transparan. Akibat  penggunaan yang lebih besar dari biasanya kepada pelanggan lantaran adanya keluhan dari pelanggan.

“Kita berharap semua komplain atau keluhan pelanggan dapat disampaikan dengan clear oleh PLN.  Ini jangan dipolitisasi, sebenarnya ukurannya sangat jelas, karena ada pelanggan tidak ada meteran atau KWH di rumahnya. Menurut pipih  KWH yang berada di rumahnya dibongkar petugas PLN Pameungpeuk, KWH sudah 1 tahun lebih belum ada gantinya, jadi kalau ukurannya jelas PLN bisa jawab,” ucap Wawan.

Wawan menyebut, di kawasan Cikelet sedikitnya ada 3 pelanggan yang KWH tokenya sudah rusak dan belum diganti. Konidisi ini dikhawatirkan warga, merekat takut karena tak tepasang  KWH, d kemudian hari tagihannya ditaksir tidak jelas sehingga melonjak dan merugikan pelanggan.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, manajer PLN UP3 Garut, Fauzan belum memberikan penjelasannya, saat dikonfiramasi garutexpress.id melalui pesan whatsapp, Minggu (09/08/2020). (*)

Reporter : Goner

Editor     : ER


Redaksi GE:
Leave a Comment

This website uses cookies.