Joy Beberkan Catatan Buruk Musda X Partai Golkar Garut, Intervensi DM Hingga Gugatan Agin

Garutexpress.id – Pascaselesainya Musyawarah Daerah (Musda) ke X Partai Golkar Kabupaten Garut, kebobrokan partai berlambang beringin menyeruak ke permukaan. Salah seorang politisi senior di Partai Golkar, Agus Ridwan yang sering di sapa Agus Joy angkat bicara.

“Sungguh ironis, partai Golkar yang disebut – sebut masih mengedepankan asas musyawarah demokrasi dalam setiap pengambilan keputusannya, justru diciderai pada momentum penting yang menentukan masa depan Golkar ke depan. yaitu saat Musda X partai Golkar Kabupaten Garut ini dilaksanakan,” kata Agus Joy, Rabu (26/8/2020).

Agus Joy menuturkan, banyak hal yang menjadi catatan buruknya penyelenggaraan Musda X Partai Golkar Kabupaten Garut. Diantaranya munculnya intervensi dari mantan ketua Golkar Provinsi Jawa Barat, baik yang secara terang – terangan, maupun secara tertutup.

Ia melanjutkan, secara tertutup Saudara Dedi Mulyadi mengumpulkan PK – PK yang menjadi pendukung Euis Ida di Subang. Bahkan, secara terang-terangan DM ikut dalam sambutan dan turut serta memberikan paparan pada pelaksanaan Musyawarah Daerah Ke X partai Golkar Kabupaten Garut.

Lalu, kata Joy, ketidakmampuan SC dalam menjawab kepanitiaan Musda kali ini tidak punya landasan hukum. Pasalnya belum adanya SK kepanitiaan dan yang lebih penting Ade Ginanjar selaku pimpinan tertinggi partai Golkar Kabupaten Garut dalam hal ini sedang menjadi objek gugatan karena melanggar AD ART.

“Ade Ginanjar juga sedang menjadi objek gugatan karena dia rangkap jabatan sebagai sekretaris Partai Golkar Provinsi Jawa Barat,” ucapnya.

Agus menandaskan, cacatnya Musda X Golkar kali ini Euis Ida yang katanya mrngantongi dukungan 18 rekomendasi sementara Iman Alirahman 1 rekomendasi. Dengan perolehan suara itu, Euis Ida ditetapkan sebagai Ketua Golkar Garut secara aklamasi.

Namun dengan cara itu, lanjut dia, cacatnya Musda X Golkar Garut semakin kentara. Pasalnya hanya ada 19 PK yang terakomodir. Sementara sisanya sebanyak 23 PK entah dikemanakan dukungannya.

“Saya pertanyakan dikemanakan suara 23 PK dan Orsamendi yang hadir. Pasalnya semua PK hadir dalam Musda X tersebut,” ungkapnya.

Menurut Joy, seharusnya pimpinan sidang melakukan verifikasi faktual dan keabsahan administrasi dukungan yang di dapatkan masing-masing bakal calon. Hal tersebut telah diamanatkan dalam juklak yang dibuat oleh DPP partai Golkar.

“Faktanya ada 10 PK yang mendukung Euis ida mendapatkan penolakan dari PD. Karena dukungan yang dibuat oleh PK tidak melalui mekanisme organisasi yang baik dan benar. Bahkan yang lebih parahnya lagi, ada salah satu PK yaitu PK Bungbulang sekretarisnya saja tidak tau bahwa ketua PK-nya memberikan surat rekomendasi untuk Euis Ida,” katanya.

Joy menyimpulkan, pemilik suara dalam Musyawarah Daerah ke X Partai Golkar Kabupaten Garut bukanlah rakyat yang direpresentasikan. Tapi para elit yang hanya memikirkan kepentingannya masing-masing. Bahkan kata Joy, sangat jelas dan tegas, semua hanya memikirkan kepentingan perut mereka masing-masing.

“Oleh karena itu saya bersikap untuk mundur dari partai ini. Bukan karena saya tak lagi siap bertarung dalam perpolitikan, tetapi tentu saya tak ingin bersanding dengan orang – orang munafik yang berfikir bahwa Golkar merupakan perusahaan pribadi yang orientasi utamanya adalah hanya mengenyangkan para elitnya saja,” tandasnya. (*)

Reporter: Awis
Editor: Citra Kharisma


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here