Jenuh Belajar di Rumah, Seorang Pelajar di Garut Ngamuk Saat Diajari Ibunya

garutexpress.id- Wabah corona virus desea-19 (Covid-19) kini mulai dirasakan berbagai sektor kehidupan. Pendidikan menjadi salah satu sektor yang sangat merasakan bagaimana repotnya belajar saat pandemi. Sebagai upaya agar sektor pendidikan tidak lumpuh, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap digelar meski dilakukan di rumah secara online, atau istilah sekarang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Meski proses belajar tetap bisa berlangsung, KBM di rumah yang sudah beberapa bulan berlangsung ini ternyata masih jauh dari harapan. Berbagai kendala dirasakan dalam KBM secara daring ini. Terlebih bagi masyarakat yang tinggal di pinggiran kota atau perkampungan.

Berbagai kendala belajar di rumah kini mulai dirasakan peserta didik, mulai dari sulitnya mendapatkan sinyal internet bahkan ada warga masih belum memiliki fasilitas gadget (HP berbasis android).

Kondisi belajar di tengah pandemi ini salah satunya dirasakan warga di wilayah Kecamatan Banjarwangi, salah satu wilayah di kawasan pinggiran Garut Selatan.

Alih-alih para pelajar dapat menyerap berbagai mata pelajaran dengan baik, malah kini sebagian pelajar atau peserta didik mulai merasakan jenuhnya belajar di rumah. Bahkan, di Banjarwangi, ada seorang siswa yang tengah diajari ibunya tiba-tiba ngamuk. Mengamuknya pelajar Sekolah Dasar (SD) ini diduga karena stres akibat jenuh belajar di rumah.

Mengamuknya anak saat belajar di rumah bersama ibunya ini sempat diabadikan video smart phone, dan beredar di jejaring media sosial.

Dalam video tersebut, seorang anak nampak mulai bosan belajar bersama ibunya, saat ibunya menjelaskan apa yang harus ditulis dalam buku catatannya, si anak malah uring-uirngan. Mengamuk, melempar alat tulis hingga menendang meja tulis kemudian berteriak-teriak dan nangis hingga meninggalkan tempat belajar.

Mendapati anaknya mengamuk, sang ibu hanya bisa mengucapkan istighfar beberapa kali. “Astaghfirullah, astaghfirullah…. Astahfirullahal adzim!” tutur sang ibunda anak tersebut.

Itulah secuil potret repotnya KBM di rumah yang kini mulai dirasakan para orang tua siswa saat ini. Insiden ngamuknya anak saat belajar di Banjarwangi ini hanyalah sebagai kecil saja. Masih banyak kisah repotnya KBM di rumah, PJJ, daring, online atau belajar secara virtual dan sejenisnya. Ternyata tak mampu menggantikan belajar normal secara tatap muka.

Demikian diungkapkan Kang Ipay, sapaan akrab Supardin, S.Ag., salah seorang pengelola madrasah di Kampung Tamansari, Desa Mulyajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menanggapi kondisi dunia pendidikan di tengah pandemi ini.

“Ya, insiden mengamuknya anak saat belajar ini hanya sebagian kecil saja, bagaimana repotnya KBM di kampung kami. Selain kendala sinyal internet, ada permasalahan krusial lainnya. Mislanya, kondisi perekonomian warga juga masih menjadi permasalahan klasik di kampung kami,” tutur Supardin, Sabtu (01/08/2020).

Diharapkannya, konidisi ini segera berakhir dan pemerintah bisa memberikan regulasi dan solusi pembelajaran bagi masyarakat sehingga mampu mewujudkan pendidikan berkualitas meski di tengah corona yang masih mewabah.

“Ya, tentunya kita berharap kondisi ini segera berakhir. Kami sebagai pengelola pendidikan berharap kepada pemangku kebijakan (pemerintah/red.) bisa memberikan solusi dan regulasi proses pembelajaran yang berkualitas. Dan yang tak kalah pentingnya adalah tersedianya anggaran yang cukup untuk menopang sektor pendidikan yang sangat vital ini. Mungkin itu yang harus dipikirkan dan direalisasikan pemerintah saat ini,” tutur Kang Ipay, penuh harap. (*)

Reporter : Syamil Amhar

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here