Inspiratif, Kisah Putri Penjual Gorengan asal Malangbong Raih Predikat Cumlaude di UIN SGD Bandung

garutexpress.id.- Prestasi membanggakan sekaligus inspiratif ditunjukan Siti Rodiah, salah satu warga Desa Cilampuyang, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut. Siti membuktikan kempuan akademiknya dengan meraih predikat Cumlaude di kampusnya, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung.

Putri ketiga dari pasangan Okib dan Cucu ini berhasil menyelesaikan perkuliahannya di UIN SGD Bandung dalam tempo 3,5 tahun.  Raihan prestasi yang direngkuh gadis berhijab ini tentunya membanggakan keluarganya. Terlebih, kedua orang tuanya tergolong warga dengan ekonomi pra sejahtera.

Seperti diketahui, Okib (66) ayahanda dari Siti merupakan seorang buruh tani dengan pengasilan yang tidak menentu. Sementara sang ibu membantu memenuhi kebutuhan keluarganya dengan berjualan gorengan.

Dengan prestasinya tersebut, Siti Rodiah mendapatkan apresiasi khusus dari rektor Universitas Isam Negeri Bandung, Prof Dr H. Mahmud, M.Si., Ia juga dinobatkan sebagai mahasiswa inspiratif. Tak hanya itu, Siti juga diberi hadiah satu unit note book. Bahkan, Siti juga diberikan beasiswa untuk menempuh jenjang S2.

Seperti diketahui, gelaran wisuda UIN SGD Bandung ke 78, tahun ini dilaksanakan secara virtual karena masih mewabahnya Covid-19. Meski demikian, prosesi wisuda juga berlangsung dengan kehadiran dibatasi. Karena prestasinya, Siti Rodiah bersama kelauraganya mendapat kesempatan untuk mengikuti prosesi wisuda secara langsung di Kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung , Ahad (09/08/2020).

Ditemui di kediamannya, Siti mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas raihan prestasi yang merupakan karunia tak ternilai. Diakuinya, prestasi tersebut juga wujud dari cita-cita dan impiannya selama ini.

Alhamdulillah, tentunya saya bersyukur atas raihan prestasi iini. Karena ini merupakan karunia Illahi Rabbi dan cita-cita saya yang terwujud. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih tak terhingga, khususnya untuk ayah-ibu tercinta, kakak dan adik-adik Siti yang selama ini memberi semangat dan mengisnpirasi Siti untuk meraih impian ini. Siti memang bercita-cita ingin membahagiakan ayah-bu dan semua saudara-saudara Siti dengan prestasi ini,” tutunya, dengan senyuman penuh haru bahagaia.

Siti mengisahkan, tak mudah untuk  menggapai cita-citanya tersebut. Maklum saja, dengan keterbatasan ekonomi keluarga ini, banyak yang meragukan dirinya akan mampu untuk meraih prestasi akadmik di salah satu kampus terkemuka di kota Bandung itu.

Menurut Nurul, salah seorang sahabat satu kos Siti di kawasan Cibiru, Bandung, Siti merupakan mahasiswa yang ulet dan prihatin dalam menjalani kehidupannya selama menjadi mahasiswi di UIN SGD Bandung.

“Siti itu sebenarnya pendiam, kesehariannya di kampus Ia adalah seorang mahasiswa yang tekun dan rajin. Makan seadanya, dia itu tidak neko-neko. Bahkan untuk mebantu meringankan biaya hidup keluarganya ia rela nyambi bekerja sebagai pelayan di rumah makan di Cibiru Bandung,” ungkapnya.

Buah dari hasil jerih payahnya selama belajar dalam keprihatinannya, mahasiswi Fakultas Tarbiyah  dan Keguruan (FTK) Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan (MIPA) UIN SGD Bandung ini mampu meraih predikat Cumlaude dengan indeks prestasi komulatif (IPK)  3,71.

Sementara itu, Okib sang ayah tak menyangka putri tercintanya bisa meraih prestasi yang membanggakan. Bahkan, raihan prestasi yang direngkuh Siti relatf singkat (3,5 tahun).

“Bangga tentunya, prestasi yang diraih Siti sangat membanggakan kami sebagai orang tuanya. Memang, Siti sejak duduk di SDN 1 Cilampuyang, SMPN 3 Malangbong, dan SMA Negeri 9 Garut Siti selalu menjadi juara kelas. Saat kuliah juga, kami sebagai orang tua hanya memberikan biaya seadanya. Kami bersyukur, semoga prestasi yang diraih anak saya ini menjadi penyemangat belajar bagi anak-anak di Desa Cilampuyang,” tutur Okib. (*)

Reporter  :  TAF Senopati

Editor      : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here