Dinsos Catat Penerima PKH di Garut Terbanyak se Jawa Barat, Berikut Rinciannya

garutexpress.id- Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut mencatat ada 130 ribu KK yang menerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).  Jumlah tersebut merupakan jumlah terbanyak se Jawa Barat.

Menurut Kepala Dinsos Garut, Ade Hendarsyah,  mundurnya warga sekampung di Kecamatan Peundeuy dari PKH jadi gambaran kesuksesan program tersebut. Ia menilai, keinginan warga itu terjadi karena mereka sudah mampu secara mandiri.

“Dari sisi ekonomi, artinya mereka mampu secara mandiri. Mereka tak perlu lagi dapat bantuan dari PKH,” ujar Ade di Setda Garut, Senin (11/8/2020).

Ia salut atas kesadaran masyarakat yang tak mau menerima lagi PKH. Menurutnya, bantuan pemerintah pusat itu bisa dialihkan bagi warga yang benar-benar masuk kategori tak mampu.

“Kami terus fasilitasi mereka untuk graduasi dari PKH. Apalagi kalau anak-anaknya sudah selesai sekolah. Kami sarankan untuk mundur saja,” katanya.

Ade menambahkan, edukasi dan sosialisasi jadi kunci untuk memberi pemahaman agar mereka mau mundur dari PKH. Apalagi jika mereka sudah tak lagi masuk ke dalam komponen yang ditentukan sebagai penerima manfaat PKH.

“Kalau sudah tak masuk komponen, pasti otomatis terdelete sistem. Tapi kalau memang merasa mampu dan masih jadi peserta PKH, lebih baik mundur saja. Jadi jangan tergantung terus ke bantuan pemerintah,” ucapnya.

Mundurnya warga sekampung di Peundeuy, diharap Ade bisa jadi motivasi bagi yang lain. Mereka yang menerima bantuan, bisa hidup mandiri dan tak tergantung program pemerintah.

“(Bantuan) ini hanya stimulus dari pemerintah. Biar perlahan mereka bisa hidup mandiri. Tidak tergantung terus dari bantuan,” tukasnya.

Untuk tahun ini, rencananya ada penambahan penerima manfaat PKH di Kabupaten Garut. Ada 54 ribu penerima manfaat yang diajukan. Namun dari hasil validasi, ada 13 ribu yang memenuhi persyaratan. (*)

Reporter : FW

Editor    : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here