Demi Kenyamanan Pengunaan Listrik, PLN Garut Ingatkan Pelanggan Bayar Tagihan Tepat Waktu

garutexpress.id- PT PLN (Persero) UP3 Garut, Jawab Barat terus berupaya mengingatkan pelanggannya agar membayar tagihan listrik tepat waktu. Dengan membayar tepat waktu, pelayanan tentunya akan lebih prima dan kenyamanan penggunaan listrik terjaga. Dan yang tak kalah penting, dengan membayar listrik tepat waktu dapat menghindari pemutusan dari petugas.

“Jadi, bayarlah tagihan listrik sebelum tanggal 20 setiap bulan. Dengan membayar tepat waktu, pelanggan dapat terhindar dari pemutusan listrik,” tutur Manager KSA pln up3 Garut, Mega Indah,senin (24/8/2020).

Diungkapkannya, di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang, banyak aktivitas yang dilakukan di rumah. Listrik menjadi partner dalam mencukupi berbagai kebutuhan kehidupan, antara lain mendengarkan musik, menonton televisi, penggunaan gadget, menyalakan pengatur suhu ruangan, dan yang lainnya.

Chumaidi Rahman, Manager Bagian Pemasaran PLN UP3 Garut.***

“Begitu pula dalam bekerja, energi listrik membantu kita menghidupkan mesin dan menyalakan peralatan elektronik. Sehingga kerja kita lebih mudah, itulah ‘electrifying lifestyle,’ apa jadinya jika kita hidup tanpa listrik?” katanya.

Mega Indah menegaskan, energi listrik merupakan kebutuhan primer, untuk itu PLN selalu berinovasi meningkatkan kualitas dan pelayanan.

Dalam rangka memenuhi penyediaan kebutuhan listrik dan meningkatkan kualitas serta layanan, PLN membutuhkan biaya yang cukup besar. Biaya tersebut salah satunya diperoleh dari pembayaran rekening listrik oleh pelanggan.

“Untuk itu, kami sangat mengharapkan partisipasi pelanggan dalam membayar rekening listrik tepat waktu sebelum tanggal 20 setiap bulan. Di tengah pandemi Covid-19, aktivitas masyarakat saat ini sesuai anjuran pemerintah untuk dapat tinggal di rumah. Begitu juga kegiatan pembelajaran yg dilaksanakan via daring/virtual tentu saja kebutuhan listrik akan meningkat,” tandasnya.

Mega menambahkan, saat ini pembayaran listrik lebih mudah, di mana PLN telah bekerjasama dengan lebih dari 33 bank dan PT Pos yang dikenal dengan Payment Point On Line Bank (PPOB).

Menurutnya, saat ini, jumlah PPOB telah berkembang pesat. Pelanggan pun bisa membayar listrik di mana saja, mulai dari Kantor Pos, Alfamart, Indomaret, bahkan di warung terdekat yang memiliki mesin EDC, termasuk melalui “delivery channel bank”, seperti ATM, SMS banking, dan internet banking.

“Di tengah pandemi Covid-19 saat ini masyarakat tidak perlu keluar rumah. Seemua tagihan bisa dilakukan dalam satu genggaman lewat telepon pintar. Termasuk bayar tagihan listrik atau beli token. Dengan begitu, masyarakat bisa melakukan pembayaran tepat waktu sebelum tanggal 20 setiap bulan untuk menghindari pemutusan,” tuturnya.

Sementara itu, Chumaidi Rahman selaku Manager Bagian Pemasaran PLN UP3 Garut mengatakan tentang banyaknya keluhan pelanggan terkait dengan pemutusan sementara, karena keterlambatan pembayaran listrik.

Dia menjelaskan, pembayaran rekening listrik dapat dilakukan pada tanggal 1 sampai 20 setiap bulan. Apabila melewati dari waktu pembayaran yang telah ditetapkan, pelanggan akan dikenakan sanksi berupa pemutusan sementara yang disertai dengan biaya keterlambatan.

“Biaya Keterlambatan (BK) itu dikenakan atas tiap lembar rekening dihitung untuk tiap bulan keterlambatan sesuai dengan golongan tarifnya. Untuk pelanggan menunggak yang telah dilakukan pemutusan sementara dan sampai 60 hari sejak dilakukan pemutusan sementara belum melunasi tunggakan rekening listriknya, maka pelanggan dikenakan pembongkaran rampung. Jika pelanggan yang sudah dibongkar rampung dan dicabut kabel Sambungan Rumah (SR), KWH meter dengan MCB. Untuk penyambungan kembali listrik pelanggan dapat dilakukan jika pelanggan telah melunasi tunggakan dan membayar biaya pasang baru,” bebernya. (*)

Reporter : Goner
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here