Dapat Kucuran Dana Desa, Kelompok Tani Dawuan Kini Miliki Penggilingan Kopi Sendiri

garutxpress.id- Mendapatkan kucuran dari Anggaran Dana Desa (ADD), kelompok Tani Dawuan, Desa Sukamanah, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut kini mewujudkan impiannya dengan memiliki mesin penggilingan kopi sendiri.

Deden (35 ) salah seorang anggota Kelompok Tani Dawuan mengatakan , semula menanam kopi hanya sebatas pelengkap  saja , atau tumpang sari d kebunnya.

“Semula para petani memanfaatkan kawasan Bukit Dawuan dan Bukit Batulayang untuk bertanam sayuran di tumpang sarikan dengan tanaman Kopi Garut berjenis Arabica dan Robusta  sejak tahun 2009 lalu,”  ujarnya, Rabu (26/08/2020).

Seiring dengan dibangunan akses jalan menuju area perkebunan  yang berada di kaki bukit Gunung Cakrabuana kini terus berkembang. Meskipun baru bisa dilalui kendaraan roda dua.

“Kawasan lereng bukit Dawuan di bawah kaki Gunung Cakrabuana itu kemudian menjadi branding lahirnya Kopi Dawuan asal Desa Sukamanah Malangbong,” ungkapnya.

Menurutnya, para petani yang tergabung dalam kelompok  Tani Dawuan mengapresiasi pemerintah Desa Sukamanah sudah memberikan bantuan modal melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa ( APBDes ) sehingga mereka kini bisa mengolah hasil taninya hingga menjadi kopi siap saji dengan olahan yang moderen.

Ditemui  rumah produksi  Kopi Dawuan , Kepala Desa Aten Sulaeman menunjukkan beberapa alat modren untuk mengolah kopi  yang dimiliki oleh kelompok Tani Dawuan dibawah binaannya.

” Saat ini para petani  Kopi Dawuan bisa berbangga hati karena mereka tidak lagi akan menjual hasil panennya yang mesih berbentuk chery (buah) melainkan sudah diolah menjadi  biji kopi ,” ujar Aten.

Dengan adanya alat penggilingan itu, nilai jual Kopi Dawuan akan berbeda dan akan semakin meningkat.  Seiring dengan program pemerintah dalam mendorong para pelaku usaha mikro kecil menengah  ( UMKM ) untuk mampu bersaing dan meningkatkan  omset usahanya.

Ia menilai dengan dikembangkannya usaha kopi Garut, para petani serta masyarakat  perekonomiannya meningkat.

“Dengan usaha kopi yang dimulai dari penanaman, hingga pengolahan tentu menyedot para pekerja. Bahkan para manula yang sudah kurang produktif  dapat dipekerjakan untuk memilah kopi yang  yang sudah digiling agar menghasilkan biji kopi yang berkualitas,”  ungkapnya.

Sementara itu, pendamping lokal desa setempat,  Jajang Sahidin menambahkan, apa yang dilakukan oleh ibu-ibu manula itu adalah sebagai bentuk pemberdayaan . Ketika mereka sudah susah menghasilkan uang, dengan adanya pekerjaan itu  mereka bisa tersenyum lagi.

Dijelaskannya, adanya sektor usaha yang dikembanagkan oleh kelompok Tani Dawuan  dimulai dari menanam hingga mengolah kopi adalah hasil dari kegiatan pemberdayaan kepada mayarakat yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Sukamanah.

“ini sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pada masayarakat terutama Kelompok Tani Dawuan. Semula mereka  hanya sebatas menanam kopi saja tanpa dibekali pengetahuan dan juga peralatan modren untuk mengolah hasil taninya. Tentu nilai jualnya akan berbeda ketika petani menjual buah kopi tanpa dioalah,” pungkasnya. (*)

Reporter : TAF Senopati

Editor      : ER

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here