Baru Terima Bantuan dari Kapolsek Cisompet, Mak Saodah Sumringah

PROSESI penyerahan bantuan sembako dari Kampolsek Cisompet disaksikan bberapa pejabat setempat di depan tempat tinggal Mak Saodah, di kawasan Kampung Babakan Nangka, Desa Sukanagara, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Kamis (13/08/2020)***

garutexpress.id- Pascapemberitaan terkait kondisi salah seorang warga di kawasan Garut Selatan, tepatnya di Desa Sukangara, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, beberapa hari yang lalu, dan sempat viral di media sosial. Akhirnya Mak Saodah salah seorang warga yang terkatagorikan prasejahtera itu mulai dapat bantuan.

Bantuan tersebut datang dari Kapolsek Cisompet IPTU Hilman Nugraha,SH. Saat menyerahkan bantuan sembako, Kapolsek didampingi Kanit Intel,Kanit Sabhara dan Babinkamtibmas. Turut hadir dalam prosesi penyerahan bantuan tersebut Kasi Trantib Kecamatan Cisompet, Ketua BPD beserta anggota dan perangkat Desa Sukanagara.

IPTU Hilman mengatakan, memang Mak Saodah layak mendapat bantuan. Pihaknya berharap bantuan yang diberikannya tersebut jangan dilihat dari besar kecilnya.

“Mohon, jangan dilihat jenis sumbangannya, namun hanya sekedar membantu meringankan keluarga Sahmad dan istrinya Saodah. Mudah-mudahan sumbangan ini dapat bermanfaat,” kata Kapolsek Cisompet, Kamis (13/08/2020).

Sementara itu, saat mendapatkan bantuan, Mak Saodah nampak sumringah bersama suaminya yang tinggal di gubuk itu.

“Terima kasih telah membantu emak. Semoga bapak dan seluruh anggota Polsek Cisompet cepat naik pangkat dan selalu dalam lindungan Alloh,” tutur Mak Saodah, sraya menahan tangisnya.

Dalam prosesi penyerahan bantuan itu, Aang Kunaefi selaku Kades Sukanagara tidak sempat turut serta hadir. Menurut staf nya, Kades mohon maaf tak bisa hadir karena sedang mengurus proposal bantuan untuk keluarga Mak Saodah ke pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut.

Diberitakan sebelumnya, kenyataan memilukan dirasakan Mak Saodah (62) bersama suaminya Ade Sahmad (70). Pasangan renta yang keseharianya mengais rizki dari memungut sampah yang tak memiliki anak ini kini hanya bisa pasrah pada kenyataan hidupnya.

Saodah bersama suaminya kini tinggal di sebuah gubuk tak layak huni bersama tumpukan sampah di kawasan Kampung Babakan Nangka, Desa Sukanagara, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut.

Mirisnya, di tengah kesulitan ekonomi masa pandemi Mak Saodah mengaku tak pernah mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Bahkan Saodah mengaku oleh pemerintah setempat tak diakui sebagai warga desa tersebut. (*)

Reporter : Iwan Setiawan
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here