Antisipasi Luapan Sungai, PUPR Bangun Tembok Pembatas di Desa Sukasenang-Banyuresmi

Kepala Desa Sukasenang, Iwan Ridwan, saat meninjau pembangunan tembok penahan aliran air, di aliran Sungai Cirajut di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut Minggu (9/8/2020).***

garutexpress.id.- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mulai membangun tembok pembatas di aliran Sungai Cirajut di Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Pembangunan tembok tersebut diharapkan dapat membebaskan warga sekitar dari bahaya luapan banjir.

“Alhamdulillah, dari pemerintah melalui Dinas PUPR dianggarkan Rp 570 juta untuk membangun tembok agar air sungai tidak masuk ke perkampungan,” kata Kepala Desa Sukasenang, Iwan Ridwan, saat meninjau pembangunan tembok penahan aliran air, Minggu (9/8/2020).

Seperti diketahui, beberapa rumah penduduk di Kampung Babakan Salam, Desa Sukasenang merupakan daerah rawan dilanda banjir luapan sungai karena tidak adanya tembok untuk pembatas aliran air.

“Setiap musim hujan, aliran air dari Sungai Cirajut seringkali meluap, kemudian menggenangi rumah penduduk di Kampung Babakan Salam. Kejadian banjir yang cukup parah terjadi tahun 2018, banjirnya sampai ke jalan,” kata Iwan, yang kembali dipercaya warga Desa Sukasenang sebagai Kades untuk periode kedua.

Menurutnya, banjir di kampung itu mendapatkan perhatian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Garut dengan memberikan anggaran untuk tembok pembatas.

Iwan Ridwan menjelaskan, anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun tembok sepanjang 500 meter dengan ketinggian 2 meter yang dipastikan air tidak lagi masuk ke pemukiman penduduk.

“Kalau sudah dibangun tembok seperti ini Insya Allah, saat air naik tidak akan masuk ke perkampungan. Saya ucapkan terma kasih kepada pmerintah, khususnya Dinas PUPR dan semua pihak serta warga Desa Sukasenang yang telah mendukung pembangunan tembok pembatas ini,” pungkasnya. (*)

Reporter : Tim GE
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here