Utamakan Shalat Berjamaah, SPBU Ciateul-Garut Tutup 10-15 Menit 5 Kali Sehari

garutexpress.id- Setiap tiba waktu shalat 5 waktu, Stasun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Ciateul Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, menutup seluruh aktifitas jual beli BBM dan kegiatan lainnya. Hal itu dilakukan untuk memberikan kesempatan karyawannya beribadah.

Saat SPBU ditutup, semua karyawan dipastikan mendirikan shalat berjamah ketika masuk waktu solat. Hal tersebut dibenarkan oleh Manager SPBU Ciateul H Nanan Suryawan yang sudah beberapa bulan terakhir memberlakukan peraturan tersebut.

“Iya benar di SPBU kami akan tutup oprasional selama 10-15 menit ketika masuk waktu solat wajib,” ucapnya ketika ditemui di kantornya, Kamis (23/7/2020).

Menurutnya hal ini merupakan salah satu upaya untuk lebih mendekatkan lagi kepada Yang Maha Kuasa. H Nanan menegaskan, shalat bekan sekedar kewajiban melainkan sebuah kebutuhan khusunya bagi kaum Muslimin.

“Ini merupakan upaya terutama bagi karyawan SPBU, untuk melaksanakan sebuah kewajiban, dan bagi saya sudah menjadi kebutuhan, karena kalau wajib itu terkadang suka lalai juga ya,” kata nya.

Pada awalnya memang kata Nanan ada yang mempertanyakan keputusanya tersebut, hal ini memang banyak pertimbangan yang harus dipertimbangkan.

Di antaranya konsumen yang datang secara otomatis akan menunggu bahkan bisa saja berpaling ke SPBU yang lain.

Namun kata Nanan hal tersebut tidak membuat dirinya gentar untuk tetap menjalankan niat baiknya.

“Biarlah para konsumen tahu apa yang kita lakukan (shalat berjamaah pada awal waktu), toh dalam hal ini bukan sesuatu yang menyimpang dan bukan sesuatu yang melanggar aturan,” tuturnya.

Bahkan kata Nanan tidak sedikit para konsumen juga yang malah ikut berjamaah bersama para karyawan SPBU.

“Itu mushola yang hanya ukurannya tidak terlalu besar dan yang tadinya kosong sekarang bisa 2 kali ganti solat berjamahnya,” katanya.

Tidak hanya itu dampak pisikologis terhadap para karyawan sangat luar biasa, mulai dari yang awalnya jarang shalat jadi ikut shalat berjamaah. Dan hal lain juga sangat berjampak sekali.

Meski kata Nanan secara bisnis dirinya mengalami kerugian, namun secara bisnis akhirat dirinya memiliki nilai lebih.

“Kalau dihitung 15 menit dikali 5, sudah berapa Rupiah yang terbuang, tapi yang jadi tujuan bukan itu. Kita hidup di dunia hanya sementara, dan apa bekal kita ketika di akhirat nanti, minimal ini menjadi upaya saya untuk bekal di akhirat nanti,” tandasnya. (*)

Reporter : RTA
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here