Terungkap, 5.312 Desa dan 645 Kelurahan di Jabar Masih “Buram” Pembangunannya

Sekretaris Diskominfo, Diar Cahdiar menjadi salah satu peserta Seminar Online Jawara Smart City - SELARAS, Rabu (15/07/2020) (Foto : Yan AS/ Diskominfo Garut)***

garutexpress.id- Provinsi Jawa Barat berpenduduk 49.316.712 atau 20% dari jumlah penduduk Indonesia. Dengan jumlah 27 Kabupten/kota, 627 kecamatan, 5.312 desa dan 645 Kelurahan masih menyisakan potret keburaman pembangunan.

Meski berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarat Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, tidak ada desa/kelurahan dikategorikan sangat tertinggal, namun masih menyisakan tugas mengubah status 5.312 desa dan 645 Kelurahan  menjadi lebih baik.

Data dari DPMD (tahun 2019) terdapat Status Desa Tertinggal (2,28%) dan Berkembang (61,94%)dan status Desa Maju (30 %) dan Desa Mandiri (5,08%), terdapat 121 Desa Tertinggal (2,28%) di Jawa Barat (32 desa di Kabupaten Garut, 24 desa di Kabupaten Karawang, 23 desa di Kabupaten Tasikmalaya, 16 desa di Kabupaten Cianjur, 8 desa di Kabupaten Purwakarta,   8 desa di Kabupaten Sukabumi, 4 desa di Kabupaten Bogor, 4 desa di Kabupaten Kuningan, dan 2 desa di Kabupaten Cirebon).

Hal tersebut terungkap dalam Seminar Online Jawara Smart City (Selaras) yang mebahas Akselerasi Desa Digital, Rabu (15/07/2020).

Kondisi itu menjadi perhatian serius Pemda Provinsi Jawa Barat, bahkan Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirto Yuliono, menyebutkan permasalahan digitalisasi di Jawa Barat, karena masih terdapat desa desa yang belum terakses internet (blank spot/ sinyal lemah), kemudian minimnya pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas masyarakat desa, dan rendahnya tingkat literasi digital di desa-desa Jawa Barat.

“Hal lain, belum tersedianya wadah komunikasi internal pemerintahan dan layanan publik untuk masyarakat,” ujar Bambang, dalam presentasinya di hadapan 111 peserta Seminar Online Jawara Smart City – LARAS, Via Cloud, Rabu (15/07/2020).

Namun demikian, melalui program West Java Digital Province, dari 5.312 desa, tahun 2018 terdapat 730 desa (blank spot), tahun 2019, diproyeksikan sebanyak 371 desa terakses dengan wifi gratis dari program BAKTI, dan tahun 2020 diproyeksikan 534 desa dapat terkoneksi melalui program yang sama (BAKTI).

Kata Bambang, dengan potensi 4.276 BUMDES yang aktif serta 677 BUMDES yang sudah akses permodalan, setidaknya dapat menopang 3 Pilar Program Desa Juara di Jawa Barat, yaitu OVOC (One Village One Company), Gerbang Desa (Gerakan Membangun Desa, dan Desa Digital.

Sementara itu, Direktur PUED Ditjen PPMD Kementrian Desa, PDT & Transmigrasi, Nugroho Setijo Nagoro, menyampaikan tiga point penting, yaitu, pertama, bagaimana proses digitalisasi desa adalah hal yg tidak bisa ditawar untuk akselerasi transformasi. Kedua, Pengembangan Desa Digital tidak serta merta secara struktural saja, tapi mendorong ekosistem secara natural. Dan ketiga, adanya dorongan pemanfaatan dana desa, baik untukk pemasaran produk lokal maupun pelayanan dasar masyarakat.

Sedangkan, Smart City Development Divisi Goverment Service PT. Telkom Indonesia, Wahyudi, menyatakan, Telkom menginisiasi Iahirnya Smart Village Nusantara, 5 Desa menjadi pilot percontohan saat ini on progress, dan 2 diantaranya ada di Jawa Barat (Kabupaten Pangandaran dan Subang).

Wahyudi juga memastikan Dukungan infrastruktur Telkom, mulai dari Fiber optic, Mobile/seluler, Radio IP, Satelite, dan Wifi.Id. Sedangkan dukungan lainnya melalui 3 pilar solusi; Smart Economy, Smart Society, dan Smart Government.

Dalam sesi diskusi, Kepala DPMD, Bambang, menyarankan perlunya kolaborasi DPMD, Diskominfo dan swasta untuk mencapai cita-cita West Java Digital Province.

“Perlu memilih dan memilah super prioritas program untuk akselerasi. Sehingga Tahun 2022 sudah tidak ada lagi desa tertinggal,” ujarnya menanggapi penanya dari Diskominfo Garut, seraya menambahkan, membangun Jabar dibutuhkan kolaborasi adanya keterlibatan swasta.

Diskominfo Kabupaten Garut, melalui Sekretaris Diskominfo, Diar Cahdiar Antadiredja, mengungkapkan, sejak 2001 pihaknya telah mencoba berkolaborasi dengan swasta (Telkom), namun tidak berjalan mulus. Meski demikian, pihaknya masih membuka lebar untuk berkolaborasi, baik dengan DPMD maupun Telkom.

Seminar dengan tema “Digitalisasi Desa Menuju Desa Pintar yang Mandiri dan Sejahtera”, selain menghadirkan Kepala DPMD Jabar, juga Direktur PUED Ditjen PPMD Kementerian Desa, PDT & Transmigrasi, Nugroho Setijo Nagoro, dan Wahyudi (Smart City Development Divisi Goverment Service PT. Telkom Indonesia), dimoderatori Femi Yumna Anjani (Account Manager PT. Telkom Indonesia), dengan peserta perwakilan dari Dinas Kominfo, DPMD Kab./Kota se-Jawa Barat dan Telkom Regional Jawa Barat). (*)

Reporter : Yans

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here