Seorang Tenaga Medis di Garut Positif Covid-19, Puskesmas Cempaka Ditutup

garutexpress.id- Setelah seorang tenaga medis di kawasan Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut dinyatakan positif terpapar Covid-19, akhirnya Puskesmas Cempaka yang berada di Perum Bumi Cempaka Indah (BCI) akhirnya ditutup, Senin (13/07/2020).

Setelah dalam beberapa hari terakhir tak ditemukan kasus positif Covid-19. Kasus konfirmasi virus corona kembali ditemukan di Kabupaten Garut. Ada dua kasus tambahan yang berasal dari tenaga medis.

Kedua tenaga medis itu berasal dari Puskesmas Cempaka, Kecamatan Karangpawitan dan Puskesmas Bagendit dari Kecamatan Banyuresmi.

Tenaga medis yang positif itu melakukan uji swab pada bulan lalu dan baru keluar hasilnya pada hari Minggu dan Senin.

Menurut Humas Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Garut Yeni Yunita, satu kasus baru dilaporkan pada 12 Juli 2020. Seorang tenaga medis di Puskesmas Cempaka dinyatakan positif dan jadi kasus ke 27.

Tenaga medis dari Puskesmas Cempaka berjenis kelamin perempuan dan berusia 27 tahun asal Kecamatan Karangpawitan itu kini mendapat perawatan medis di RSUD dr Slamet.

“Sekarang sudah dibawa ke ruang isolasi. Kami juga tracing yang pernah kontak dengan dia,” ujar Yeni, Senin (13/7/2020).

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman usai mengikuti MPLS webinar di Aula Disdik Garut, menyebut sedang melakukan tracking dan tracing terhadap petugas kesehatan yang terinfeksi corona.

“Kalau clusternya sudah ketemu nanti kami akan fokus, terkenanya dari siapa, dari mana? Sedang kami lakukan tracking,” ucap Helmi.

Ia berharap tim tracing bisa bergerak cepat agar bisa menemukan orang yang pernah kontak erat dengan pasien positif ke 27 atau KC-27.

“Mudah-mudahan bisa cepat, bisa dilakukan swab test juga di Garut,” katanya.

Sedangkan KC-28 merupakan tenaga medis dari Puskesmas Bagendit. Ia melakukan uji swab pada 15 Juni dan hasilnya baru keluar setelah satu bulan.

“Pemeriksaan hasilnya lama. Garut memang sudah ada alatnya tapi belum bisa maksimal. Hanya cukup untuk melayani pasien yang masuk rumah sakit,” kata Helmi.

Pihaknya akan segera melengkap alat uji swab dalam satu sampai dua minggu ini agar lebih maksimal dalam pengujian sampel swab. Saat ditemukan ada kasus positif, bisa segera tertangani.

“Untuk kasus yang terakhir ini, kemungkinan tertular masih di Garut. Soalnya dia tidak pernah keluar kota. Kami terus lakukan tracing dan ketahui darimana klasternya,” ucapnya.

Untuk sementara, pelayanan di kedua Puskesmas juga ditutup. Semua petugas medis juga sudah diperiksa dan masih menunggu hasilnya. Selama hasil belum keluar, maka operasional Puskesmas belum bisa dilakukan.

“Kalau belum ada hasil bisa tutup lama, kasihan juga masyarakat kalau tutup lama tidak terlayani,” tandasnya. (*)

Reporter : FW

Editor    : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here