Proses Hukum Kasus Penghina Guru Bergulir, PGRI Garut: Saksi Sudah Lakukan BAP

garutexpress.id- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Garut menyerahkan penanganam kasus dugaan penghinaan profesi guri yang dilakukan salah seorang netizen kepada pihak kepolisian. Kasus itu saat ini ditangani Polres Garut.

Ketua PGRI Kabupaten Garut, H.Mahdar Suhendar mengatakan, saat ini pelaku sudah diamankan oleh Polres Garut. Menurut dia, kasus itu akan diselesaikan secara hukum.

“Kemarin juga saksi sudah melakukan BAP. Sudah ada lima orang yang diperiksa polisi terkait kasus itu (penghinaan guru),” katanya, Rabu (29/7/2020).

Secara pribadi dan lembaga, Mahdar menyesalkan adanya pernyataan yang dianggap menghina profesi guru itu oleh seorang warga Kabupaten Garut. Padahal, selama pandemi Covid-19 para guru tetap bekerja, meski proses kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring.

“Bahkan, ada sejumlah guru yang kesulitan dengan kebijakan yang saat ini deberlakukan. Misalnya banyak guru di pelosok yang tak ada sinyal, orang tua juga banyak yang tak punya HP. Akhirnya ada guru datang ke rumah anak memberikan materi. Kami tidak diam, tapi tetap bekerja,” ungap Kang  Haji, sapaan akrab H. Mahdar Suhendar.

Menurutnya, tugas para guru tetap melakukan proses, mengikuti aturan yang berlaku. Dikarenakan tidak ada proses tatap muka di kelas, maka KBM dilakukan secara daring.

“Jadi kami taat akan aturan pemerintah, sekaligus mencegah penyebaran Covid-19 tak ke peserta didik,” tandasnya.

Sebelumnya, akun Facebook salah seorang warga Garut atas nama Dede Iskandar membuat status yang menjadi kontroversi. Dalam statusnya, ia menulis, “Nagara ngagajih buta ieu mah, hayoh we sakolah diliburkeun, kudunamah guru nage ulah digajih meh karasaeun sarua kalaparan. (Ini mah negara menggaji buta. Sekolah terus diliburkan, seharusnya gurunya tidak digaji agar merasakan juga kelaparan).”

Pernyataan itu menyulut reaksi dari para guru di Kabupaten Garut. PGRI mengundang perwakilan guru dari setiap kecamatan di Kabupaten Garut untuk melakukan mediasi pada Selasa (28/7/2020). Namun, mediasi itu tak membuahkan hasil. Akhirnya, pembuat status itu dibawa polisi ke Mapolres Garut. (*)

Reporter : BA

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here