Polisi Kembali Intens Lakukan Tilang, Berikut 15 Jenis Pelanggaran yang Jadi Fokus Incaran

garutexpress.id- Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar memastikan kepolisian akan kembali memberlakukan tilang bagi pengendara yang melanggar aturan lalu lintas.

Fahri menyampaikan kepada masyarakat agar mematuhi segala peraturan yang berlaku selama masa PSBB transisi. Ia pun menegaskan bahwa Polda Metri Jaya tidak segan-segan akan melakukan penilangan kepada para pengendara kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas.

“Jadi kita akan segera lakukan penindakan seperti biasa, seperti sebelum pandemi covid–19,” katanya, seperti dikutip garutexpress.id dalam artikel Pikiran-Rakyat.com yang berjudul “Polisi Pastikan Kembali Tilang Pelanggar Lalu Lintas, 15 Jenis Pelanggaran ini yang Jadi Incaran”.

Fahri menjelaskan, penindakan tilang tersebut akan dimulai pekan depan. Oleh karenanya di pekan ini masyarakat diminta lebih patuh dan tertib.

Dia menuturkan, ada 15 jenis pelanggaran lalu lintas yang akan jadi incaran polisi untuk dapat diberikan sanksi tilang.

“Minggu ini kami sosialisasikan kembali kepada masyarakat secara masif agar tertib berlalu lintas dan tidak melakukan pelanggaran,” tuturnya.

Berikut 15 jenis pelanggaran lalu litas yang menjadi sasaran polisi :

1. Menggunakan ponsel saat mengemudi kendaraan bermotor.

2. Mengendarai kendaraan bermotor di atas trotoar.

3. Mengemudikan kendaraan bermotor melawan arus.

4. Mengemudikan kendaraan bermotor melintas jalur bus (busway).

5. Mengemudi kendaraan bermotor melintas di bahu jalan.

6. Sepeda motor melintas atau masuk jalan tol.

7. Sepeda motor melintas jalan layang nontol.

8. Mengemudi kendaraan bermotor melanggar aturan pemerintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL).

9. Pengemudi yang tidak memberikan prioritas kepada pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan.

10. Mengemudi kendaraan bermotor melebihi batas kecepatan.

11. Mengemudi kendaraan bermotor tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI).

12. Mengemudi kendaraan bermotor yang membiarkan penumpang tidak menggunakan helm SNI.

13. Mengemudi kendaraan bermotor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari.

14. Mengemudi kendaraan bermotor pada perlintasan kereta api yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup.

15. Mengemudi kendaraan bermotor berbalapan di jalan.

Fahri menambahkan, usai dilakukan sosialisasi selama sepekan, Kepolisian akan terlebih dahulu melakukan penilangan konvensional yang dimulai pekan depan.

“Minggu ini masyarakat diimbau tidak melakukan pelanggaran lalin lainnya,” kata Fahri. (*)

Sumber : PR


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here