Nyanyian Unik, Cara Tukang Servis Jam di Garut Gaet Pelanggan

garutexpress.id- Setiap hari keluar masuk komleks perumahan, berkeliing ke kampung kampung, seraya menyanyikan lagu-lagu aneh dan unik dengan penuh keceriaan. Itulah yang dilakukan Dadang Masum, seorang tukang servis jam keliling di Kabupaten Garut.

Dadan mngaku, jika usahanya tersebut sudah ditekuninya selama lebih dari 12 tahun. Dan yang merupakan warga Kampung Baru, Keluraan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut mengyebut, keahliannya menyervis jam didapat secara otodidak.

Dengan memiliki ciri khas dan keunikan dalam nyanyiannya menjadi daya tarik tersendiri untuk menggaet pelanggan atau konsumen. Bahkan, nyanyian unik tukang servis jam tersebut menjadi digemari mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Masyarakat yang tadinya tidak akan memperbaiki jam, menjadi bersemangat untuk menggunakan jasanya.

“Janten resep we murangkalih sepuh ge, kantenan di pasar mah, pada nurutan sadayana oge di kaki lima kaki lima ge, alhamdulillah atuh janten, tadina nubade, numoal meser ge janten meser, kitu alhamdulillah,” ungkap Dadan Maksum.

“Jadi pada suka aja, anak anak maupun orang tua. Apalagi di pasar semua pedagang kaki lima malah pada ikut-ikutan. Alhamdulillah yang tadinya gak mau beli jadi mau beli.”

Selain memiliki kemampuan dalam memperbaiki jam dan memperbaiki kalkulator, dia juga menjual barang yang lainnya seperti korek kuping, racun tikus, batu jam tangan, dan tambal wajan. Selain itu Dadan Maksum mengatakan bahwa, dia dikaruniai anak sebanyak 7 orang, dan dapat menafkahi keluarganya dengan hasil berkeliling menjadi jasa serivis jam.

“Murangkalih teh alhamdulillah abdi dipaparin amanat ku Allah SWT 7, alhamdulillah kaayomi ku abdi, ka nafkahan ku abdi, tina abdi usaha servis jam khususna sareng anu sanesna, kolotna alhamdulillah tiasa ngabantu keluarga,” katanya.

“Alhadmulillah, saya dikarunia 7 orang anak. Ini amanah dari Allah SWT. Alhamdulillah bisa saya didik dan dinafkahi dari usaha jasa sevis jam ini jga bisa membiayai kebutuhan lainnya.”

Dadan beharap, kedepannya ia ingin memiliki stand servis jam agar tidak perlu keliling ke komplek dan pasar.

“Harapan kedepanna hoyong gaduh stand, mangkal hoyong masa depanna teh kitu cita-cita abdi teh, paling modal sekitar kana minimal awal mah 5 juta,” ujarnya.

“Harapan kedepannya pengen punya stand servis jam itu cita-cita saya, paling harus ada midal awal minimal Rp Juta,” (*)

Reporter : Dida

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here