Medsos Heboh Lagi! Kepala Sekolah SD di Garut Hina Guru Honorer

garutexpress.id- Di tengah keprihatinan dunia pendidikan Garut dengan kasus penghinaan netizen terhadap profesi guru, seorang Kepala Sekolah dikabarkan berselisih dengan guru honorer. Tak hanya berselisih, kepsek yang seharisnya membina anak buahnya ini melakukan penghinaan.

Hal tersebut diketahui berawal dari postingan di media sosial oleh akun atas nama Cita Hadianingsih, yang memposting satus di media sosial (medsos) Facebook.

“PIRA GURU HONORER GABLEG NAON..BOGA SAHA SIA..REK. LAPORAN KAMANA GE SIA MH MOAL AYA NU NGAGUGU.. UCAPAN SEORANG KEPALA SEKOLAH..
DITIMBRUNNG KU ANAKNA SEBAGAI PIHAK KE. 3 KALUARKEUN KABEH GURU HONORER TH. BARI BADE NGEPRET KA ETA HONORER..
KEPALA SEKOLAH SDN 1 SUKAKARYA KECAMATAN SAMARANG KABUPATEN GARUT.. MOHON KEPADA PARA YG BERWENANG SEGERA DITINDAK”

“Cuman guru honorer punya apa… Lu punya apa… lu mau lapor kemana juga gak bakalan ada yang nanggapi… UCAPAN KEPALA SEKOLAH..

“Ditambah anaknya nimbrung sebagai pihak ke 3. Keluarkan semua guru honorer… SERAYA AKAN MENEMPELENG,,,”

Demikian bunyi postingan dengan menggunakan bahsa Sunda kasar tersebut diposting pemilik akun Cita Hadianingsih, kemudian menjadi viral. Dalam posingan tersebut pemilik akun menceritakan atau menirukan ucapan penghinaan dari IR, oknum Kepala Sekolah di SDN 1 Sukakarya, Kecamatan Samarang Kabupaten Garut, kepada guru honorer yang diamini oleh anak sang Kepala Sekolah, yang menyuruh mengeluarkan semua guru yang status honorer.

Menanggapi kejadian tersebut, Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Samarang bersama Ketua PGRI, Koordinator Pengawas, Koordinator Kepala Sekolah (K2S), Penilik, Ketua DPC Pagar Kecamatan, dan dua perwakilan guru honorer, melakukan mediasi antara kedua belah pihak untuk melakukan islah musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan, pada Rabu (29/07/2020).

Kepala Sekolah SDN 1 Sukakarya dianggap telah menghina guru/ tenaga honorer.

Dalam surat perjanjian musyawarah, atas kesalahpahaman yang terjadi tanggal 28 Juli 2020, di halaman SDN 1 Sukakarya, Kecamatan Samarang yang berlanjut postingan di medos, kedua belah pihak telah saling memaafkan dan menyelesaikan secara kekeluargaan serta sepakat untuk tidak melanjutkan permasalahan ke ranah hukum.

Sementara itu, Korwil Pendidikan Kecamatan Samarang, Drs Ucu Selamet Juanda, saat di konfirmasi membenarkan kejadian perselisihan tersebut. Ia mengatakan, semuanya sudah selesai melalui musyawarah antara kedua belah pihak. Saat dimintai tanggapannya, Korwil Pendidikan Kecamatan Samarang berkilah enggan berikan komentar.

“Enggak usah ada tanggapan, saya kan terjun langsung dalam mediasi musyawarah,” tukasnya.(*)

Reporter : Tim GE
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here