Kuswendi Mendekam di Penjara, Bupati Garut Tunjuk Asda Ekbang Jadi Plt Kadispora

Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyerahkan Surat Perintah Pelaksana Tugas kepada Toni Tisna Somantri sebagai Plt. Kadispora Kabupaten Garut, di Halaman Setda, Senin (20/07/2020).*

Garutexpress.id – Bupati Garut, Rudy Gunawan, menunjuk Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Toni Tisna Somantri, menjadi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut. Penunjukkan tersebut tertuang dalam Surat Perintah Pelaksana Tugas Nomor : 800/3067/BKD, tanggal 10 Juli 2020.

Disamping jabatannya sebagai Asisten Ekbang sebagai Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Toni juga diberi kewenangan sebagai Pejabat Pengguna Anggaran.

Ditunjuknya Toni menyusul ditetapkannya pejabat lama sebagai tersangka dalam kasus yang kini ditangani Kejaksaan Negeri Garut.

Menurut Bupati Rudy Gunawan, surat perintah ini berdasarkan Perbup Nomor : 387 tahun 2012 tentang Pendelegasian Wewenang Bupati bidang kepegawaian kepada para pejabat di lingkungan Pemkab Garut dan Surat Edaran Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor : 2 /SE/VII/2019 tentang Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas dalam Aspek Kepegawaian.

“Saya berharap Pak Toni dapat segera melaksanakan tugas sampai ditetapkannya pejabat definitif atau pelaksana tugas yang lain,” kata Bupati Garut, saat memimpin apel gabungan terbatas di halaman Setda, Senin (20/07/2020). Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, Penjabat Sekretaris Daerah, Zat Zat Munazat, Para Kepala SKPD dan ASN dilingkungan Pemkab Garut.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Kuswendi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut. Ia disangkakan terlibat korupsi proyek pembangunan SOR Ciateul di Kecamatan Tarogong Kidul.

Selain Kuswendi, Kejari juga ikut menahan anak buah Kuswendi di Dispora, yakni Kabid Kemitraan Sarana dan Prasarana Dispora Garut, Yana Kuswandi. Saat ini, Yana sudah pensiun sebagai PNS.

Sebelumnya, Polres Garut telah melakukan penyelidikan terhadap kasus korupsi SOR Ciateul sejak tahun lalu. Bahkan Kuswendi sudah lama ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah beberapa lama melakukan penyelidikan, baru hari ini Satreskrim Polres Garut melimpahkan berkas tahap dua beserta kedua tersangka ke Kejari Garut.

Kuswendi beserta anak buahnya datang ke Kejari Garut pukul 12.00. WIB. Ia baru keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.15. WIB.

Pihak penyidik Polres Garut pun membawa berkas dokumen yang cukup tebal. Ada sekitar tiga bundel berkas yang diserahkan.

Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Kuswendi dan Yana tampak diborgol dengan mengenakan rompi berwarna merah muda.

Kejari Garut menitipkan kedua tersangka selama 20 hari sebelum persidangan di Rumah Tahanan (Rutan) Garut.

Saat awak media meminta komentar Kuswendi terkait penahanannya, ia tak mengucapkan sepatah kata pun. Kuswendi hanya bisa tertunduk saat diberondong pertanyaan.

Kedua tersangka kasus korupsi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Garut langsung ditahan di Rutan Garut.

Menurut Kepala Kejari Garut, Sugeng Hariadi didampingi Kasipidsus Kejari Garut, Deny Marincka Pratama, pihaknya hari ini telah menerima pelimpahan berkas dan tersangka dari Polres Garut.

Kedua tersangka yakni Kuswendi sebagai Kepala Dispora Garut dan Yana Kuswandi sebagai Kabid Kemitraan Sarana dan Prasana Dispora Garut.

“Keduanya kami titipkan ke Rutan Garut. Akan ditahan selama 20 hari,” ucap Sugeng di Kantor Kejari Garut, Kamis (9/7/2020).

Menurut Sugeng, kedua tersangka diduga melakukan korupsi dan membuat kerugian negara lebih dari Rp 1 miliar. Sedangkan total anggaran pembangunan SOR Ciateul sebesar Rp 6,7 miliar.

“Potensi kerugiannya lebih dari Rp 1 miliar. Keduanya diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun dan dijerat pasal 2 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” katanya.

Sebelumnya, Kuswendi beserta anak buahnya datang ke Kejari Garut pukul 12.00. WIB Ia baru keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.15. WIB.

Pihak penyidik Polres Garut pun membawa berkas dokumen yang cukup tebal. Ada sekitar tiga bundel berkas yang diserahkan. (*)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here