Kena Semburan Api LPG, Ibu Pedagang Nasi Alami Luka Bakar di Sekujur Tubuhnya

garutexpress.id- Akibat adanya kebocoran tabung gas elpiji 3 Kg pada bagian nozel, 2 orang pedagang nasi di Kampung Kondangrege, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut kota, Kabupaten Garut mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya, Jumat (24/07/2020).

Mendengar kabar ada korban akibat gas elpiji, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kabupaten Garut, langsung mendatangi korban.

Humas Hiswana Migas Kabupaten Garut, Evi Hartaz Alvian menuturkan, Nurlena pemilik warung nasi dan cucu sebagai pembantu warung nasi tersebut menjadi korban semburan api LPG 3Kg yang bocor tersebut.

Dari hasil investigasinya, pada hari Jumat sekira pukul 06.10 WIB, Nurlena dan cucu biasa menyalakan 4 kompor Gas, ketika kompor menyala tetapi satu kompor tabungnya harus diganti karena gasnya habis.

“Ketika regulator dipasang ke tabung gas yang baru beli, Nozel yang berada di lubang tabung tiba-tiba anjlok ke dalam hingga isi LPG menyembur dan menyambar api dari kompor yang sedang menyala. Akibatnya Nurlela dan Cucu terbakar hebat, terutama Cucu menderita luka bakar  hampir 80 persen di sekujur tubuhnya. Hingga saat korban masih dirawat di RSU dr slamet Garut.

“Ya, saya langsung bergerak cepat menjenguk sekaligus memberikan santunan pada korban. Ini untuk meringankan beban yang sedang menderita,” ujar Evi, Sabtu (25/07/2020).

Pihak Hiswana Migas Garut menghimbau pada masyarakat Kabupaten Garut tentang penggunaan gas LPG 3 Kg, sebelum digunakan harus memeriksa baik tabung dan regulator aman. Termasuk menganjurkan menggunakan regulator yang berlabel SNI.

“Kami sangat perihatin atas insiden ini, ini sebuah pelajaran bagi semua, untuk selalu berhati-hati dan melakukan pemeriksaan sebelum menggunakan gas LPG 3 Kg, ” tutur Evi.

Ia menyampaikan tips, pertama yang sangat penting adalah memiliki dapur yang cukup sirkulasi udara. Tabungnya juga harus ditempatkan dengan sirkulasi udara dan ventilasi yang baik, setelah dapur memiliki ventilasi yang cukup, tips aman lainnya adalah menggunakan regulator yang telah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Setelah ruangan dan regulator memenuhi standar keamanan, maka poin lain yang harus diperhatikan adalah klem. Klem yang terpasang pada kedua ujung selang harus kuat dan terpasang dengan benar atau klem harus dipastikan terpasang erat dan juga pastikan selang regulator tidak tertekuk atau tertindih,” katanya.

Tips lain yang harus diperhatikan oleh masyarakat agar aman menggunakan LPG yaitu, memperhatikan segel (security seal cap) dan tersedianya karet hitam (rubber seal) di tabung gas yang kondisinya dalam keadaan baik.

“Sebelum menyalakan kompor, cek dulu apakah ada bau khas gas LPG, jika aman bisa langsung nyalakan kompor,” ungkapnya.

Diungkapkannya, masyarakat juga harus rutin melakukan pengecekan regulator dan selang, terutama yang sering terkena tumpahan makanan. Jika didapati ada kebocoran gas, yang harus dilakukan masyarakat adalah mematikan kompor dan sumber api lainnya, serta aliran listrik di dalam rumah. Segera lepas regulator, bawa tabung keluar atau ruang terbuka dan jauhkan dari sumber api. (*)

Reporter : Tim GE

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here