Jual Produk Pertanian Secara Online, Kisah Pemuda Kreatif asal Wanaraja-Garut

garutexpress.id- Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap segala bidang, khususnya sosial, pendidikan, dan ekonomi. Namun dampak ini dimanfaatkan secara kreatif dan inovatif oleh seorang pemuda asal Wanaraja, yang menjual hasil tani secara online atau dalam jaringan (daring), apalagi sayuran dan buah-buahhan menjadi salah satu kebutuhan untuk meningkatkan imunitas ditengah wabah virus corona ini.

Pemuda ini bernama Dasep Badru Salam, yang lahir di Garut 34 Tahun silam. Dasep mulai mengenal dunia pertanian sejak ia kecil, karena hidup dan besar bersama orang tua yang berprofesi sebagai petani, terlebih tempat ia tinggal dulu berada di wilayah dataran tinggi yakni di wilayah Cigedug, Kabupaten Garut, dan warganya didominasi sebagai seorang petani.

Pria 34 tahun ini, awalnya merintis usaha kedai teh, yang bernama “mooi tea,” namun karena adanya wabah Covid-19, ia mengikuti arahan pemerintah dengan menutup sementara kedainya.

Tutupnya kedai teh ini melahirkan Garut Fresh sebagai usaha alternatif, agar usahanya bisa tetap berjalan di tengah pandemi., bahkan ia mengaku penghasilan dari Garut Fresh ini bisa melebihi kedai tehnya.

“Awalnya sih saya merintis kedai teh, namanya mooi tea, dikarenakan pandemi kita mengikuti arahan pemerintah untuk sementara ditutup dulu untuk kedai, nah si Garut Fresh ini adalah altenatif supaya usaha kita tetap berjalan,” ujar Dasep.

Setiap harinya Dasep sebagai pemilik Garut Fresh, menyediakan berbagai varian sayuran dan buah segar yang dihasilkan dari petani di Kabupaten Garut. Ia memasarkan produknya secara online melalui platform media sosial, khususnya memanfaatkan fitur pesan daring di aplikasi WhatsApp, untuk melakukan transaksi dan fitur di aplikasi Instagram, untuk melakukan promosi.

Selama masa pandemi ia mengantarkan produk yang dibeli oleh konsumen ke rumahnya masing-masing, tanpa tarif ongkos kirim atau “gratis ongkir”, bahkan tak jarang ia memberikan bonus berupa sayuran ataupun buah-buahan, hal ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan terbaik dan untuk menarik minat pembeli.

“Kita menyediakan sayur dan buah segar yang dihasilkan oleh (petani) Kabupaten Garut itu sendiri. Kita di waktu pandemi, selalu antar mengantar produk dengan gratis ongkir, itu bentuk pelayanan kita. Dan ada bonus-bonus sayuran dan buah juga supaya menarik, disamping itu buah-buahannya segar,” ungkap pria lulusan teknik tekstil ini.

Dasep mengatakan hal yang membuat ia tertarik terjun ke dunia pertanian karena melihat potensi yang luar biasa dari komoditas pertanian di Kabupaten Garut, sehingga ia merasa sudah sepantasnya mengangkat produk lokal Garut untuk dipasarkan.

“Karena pertanian memiliki potensi yang luar biasa di Kabupaten Garut, 70-80% potensi utama Garut adalah bidang pertanian dengan produk unggulan, makanya dengan itu Garut terkenal dengan produk tersebut, ya sepantasnya kita angkat produk kita, produk lokal kita,” ucap Dasep.

Dasep berharap produk dari Garut Freshnya ini bisa menjadi solusi kebutuhan pangan sehat, khususnya di Garut, dan umumnya di Indonesia.

“Ya, harapannya menjadi solusi kebutuhan pangan yang sehat tentunya, khsususnya di Garut, dan mungkin nanti di Indonesia serta membuka cabang di daerah lain seperti Bandung, Bogor dan lainnya, namun tetap dengan nama Garut Fresh,” ungkap Owner Garut Fresh. (*)

Reporter :  Muhamad Azi Zulhakim

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here