Jadi Tahanan Korupsi, Bupati Garut: Kuswendi Akan Dipindahkan ke Jabatan Lain

Garutexpress.id – Bupati Garut, H. Rudy Gunawan tetap akan melakukan upaya hukum untuk Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), Kuswendi. Bahkan menurut bupati, meski Kuswendi telah ditahan di Rutan Garut tidak akan serta merta dicopot jabatannya.

“Pa Kuswendi berhalangan tetap. Mungkin Pa Kuswendi akan dipindahkan dulu ke jabatan lain,” kata Rudy Gunawan, di Kantor BPN Garut, Jawa Barat, Jumat (10/7/2020).

Bupati menandaskan, dirinya sudah mengintruksikan kepada Sekda agar segera menggeser jabatan Kuswendi.

Menurut Bupati, proses hukum terhadap Kuswendi berlangsung sudah lama. Jadi semuanya harus dibuktikan di pengadilan.

“Kasusnya kan sudah lama, sebelum Pa Kajari dan Pa Kapolres yang sekarang,” ucap bupati.

Bupati tidak menampik ada kerugian negara yang dikembalikan dalam kasus korupsi Sarana Olahraga (SOR) Ciateul. Namun ada juga yang belum dikembalikan.

“Jamlak itu kan kewajiban rekanan. Jadi rekanan yang harus mengembalikan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Kuswendi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut. Ia disangkakan terlibat korupsi proyek pembangunan SOR Ciateul di Kecamatan Tarogong Kidul.

Selain Kuswendi, Kejari juga ikut menahan anak buah Kuswendi di Dispora, yakni Kabid Kemitraan Sarana dan Prasarana Dispora Garut, Yana Kuswandi. Saat ini, Yana sudah pensiun sebagai PNS.

Sebelumnya, Polres Garut telah melakukan penyelidikan terhadap kasus korupsi SOR Ciateul sejak tahun lalu. Bahkan Kuswendi sudah lama ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah beberapa lama melakukan penyelidikan, baru hari ini Satreskrim Polres Garut melimpahkan berkas tahap dua beserta kedua tersangka ke Kejari Garut.

Kuswendi beserta anak buahnya datang ke Kejari Garut pukul 12.00. WIB. Ia baru keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.15. WIB.

Pihak penyidik Polres Garut pun membawa berkas dokumen yang cukup tebal. Ada sekitar tiga bundel berkas yang diserahkan.

Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Kuswendi dan Yana tampak diborgol dengan mengenakan rompi berwarna merah muda.

Kejari Garut menitipkan kedua tersangka selama 20 hari sebelum persidangan di Rumah Tahanan (Rutan) Garut.

Saat awak media meminta komentar Kuswendi terkait penahanannya, ia tak mengucapkan sepatah kata pun. Kuswendi hanya bisa tertunduk saat diberondong pertanyaan.

Kedua tersangka kasus korupsi dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Garut langsung ditahan di Rutan Garut.

Menurut Kepala Kejari Garut, Sugeng Hariadi didampingi Kasipidsus Kejari Garut, Deny Marincka Pratama, pihaknya hari ini telah menerima pelimpahan berkas dan tersangka dari Polres Garut.

Kedua tersangka yakni Kuswendi sebagai Kepala Dispora Garut dan Yana Kuswandi sebagai Kabid Kemitraan Sarana dan Prasana Dispora Garut.

“Keduanya kami titipkan ke Rutan Garut. Akan ditahan selama 20 hari,” ucap Sugeng di Kantor Kejari Garut, Kamis (9/7/2020).

Menurut Sugeng, kedua tersangka diduga melakukan korupsi dan membuat kerugian negara lebih dari Rp 1 miliar. Sedangkan total anggaran pembangunan SOR Ciateul sebesar Rp 6,7 miliar.

“Potensi kerugiannya lebih dari Rp 1 miliar. Keduanya diancam dengan hukuman maksimal 20 tahun dan dijerat pasal 2 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor),” katanya.

Sebelumnya, Kuswendi beserta anak buahnya datang ke Kejari Garut pukul 12.00. WIB Ia baru keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.15. WIB.

Pihak penyidik Polres Garut pun membawa berkas dokumen yang cukup tebal. Ada sekitar tiga bundel berkas yang diserahkan. (*)

Reporter: Vicky
Editor: Citra Kharisma


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here