Harga Kulit Hewan Kurban Tahun Ini Diprediksi Menurun, Ini Penyebabnya

garutexpress.id- Hari raya Idul Adha biasanya saat yang menguntungkan bagi par penjual kulit hewan kurban. Pasalnya, di hari raya Idul Adha ini harga jual dan permintaan akan kulit cukup tinggi. Namun, di  tahun ini 1441H/2020 harga kulit diprediksi mengalami penurunan hingga 50 persen.

Menurut Wakil Ketua Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) Garut, Sukandar, anjloknya harga kulit karena permintaan yang menurun. Sedangkan pasokan kulit diprediksi akan melimpah.

“Tahun ini kami prediksi pasokannya banyak karena yang haji tidak jadi. Mereka kemungkinan akan kurban dan pasokan kulit bakal semakin banyak,” ujar Sukandar, Selasa (28/7/2020).

Sebelum pandemi corona, usaha kulit di Garut juga mulai mengalami penurunan sejak tiga tahun lalu. Hal itu akibat dibukanya perdagangan bebas.

Adanya wabah Covid-19 semakin memperparah usaha kulit yang sudah jadi ciri khas di Garut. Biasanya saat Idul Adha, harga jual kulit mengalami peningkatan. Namun di tahun ini, harga kulit anjlok.

“Kami buat surat edaran soal harga jual kulit tahun ini. Harga itu berasal dari para pengusaha,” ucapnya.

Harga kulit sapi jawa lokal kelas 1 contohnya hanya dibeli sebesar Rp 6 ribu per kilogram. Padahal tahun lalu, harganya bisa sampai Rp 12 ribu per kilogram.

Untuk harga kulit domba, berada di kisaran Rp 30 ribu per kilo dari harga sebelumnya Rp 50 ribu.

“Belum semua pengusaha kulit di Garut sudah buka usahanya. Jadi permintaan kulit memang akan menurun, sedangkan pasokan barang melimpah,” katanya. (*)

Reporter : Tim GE

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here