Emosi Para Guru Tak Terbendung, Mediasi Kasus Penghinaan Guru di Garut Ricuh

Kericuhan terjadi usai digelar mediasi antara pelaku penghinaan guru dan para guru yang digelar di gedung PGRI Garut, Selasa (28/07/2020)***

garutexpress.id- Kericuhan terjadi usai digelar mediasi antara pelaku penghinaan guru dan para guru yang digelar di gedung PGRI Garut, Selasa (28/07/2020). Insiden yang memicu emosi para guru tak hanya soal kasus penghinaan profesi guru yang dilakukan akun facebook Dede Iskandar. Para guru kembali tersulut emosinya dengan pernyataan salah seorang perwira polisi.

Saat Dede Iskandar selesai memberi klarifikasi di lantai dua Gedung PGRI Garut, ratusan massa sudah berkumpul. Polisi akhirnya mengevakuasi Dede melalui bagian belakang gedung.

Para guru yang mengetahui Dede dibawa jalan belakang, lalu berkumpul ke pinggir Jalan Pasundan. Mereka sudah menebak Dede akan dibawa polisi.

Sebuah mobil Toyota Avanza hitam sudah disiapkan polisi untuk mengangkut Dede. Saat Dede digiring petugas, ratusan massa sudah memenuhi bagian depan Gedung PGRI.

Dede yang mengenakan jaket berwarna merah digiring beberapa petugas. Namun amarah massa tak terkendali. Sejumlah guru yang sudah menunggu langsung mengarahkan bogem mentah saat Dede akan memasuki mobil.

Petugas pun kesulitan menahan massa yang begitu banyak. Dede akhirnya bisa masuk ke dalam mobil. Tapi massa masih terus menumpahkan emosinya. Mereka mengerumuni mobil yang akan membawa Dede ke Polres Garut.

Salah seorang perwira polisi yang tampak geram dengan aksi massa sempat mengeluarkan kata-kata yang menyinggung guru. Ia sebelumnya sudah masuk ke dalam mobil, namun kembali keluar mobil. “Saya tembak kamu sia!” ujar salah seorang perwira polisi itu.

Sontak kata-kata itu membuat para guru kembali emosi. Mereka tak terima dengan perkataan yang dinilai mengancam itu.

Asep Sopian, salah seorang guru menyebut sangat tak elok polisi mengucapkan kata-kata tembak. Meski para guru sedang emosi, seharusnya polisi bisa lebih bijak dalam mengatasi massa.

“Jelas guru-guru tak terima. Padahal kan kami sedang fokus dengan kasus Dede ini. Tapi ini malah diberi ancaman,” katanya.

Asep bersama rekan guru lain akan berkonsultasi dengan PGRI Garut terkait hal tersebut. Ia menyebut, ucapan polisi itu banyak didengar para guru. Bahkan banyak yang merekamnya.

“Nanti kalau soal ancaman dari polisi itu kami konsultasi dulu. Mau seperti apa menyikapinya,” tandasnya. (*)

Reporter : FW

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here