Duh! Sebaran HIV/AIDS Meluas, Tercatat Ada di 40 Kecamatan se Kabupaten Garut

garutexpress.id- Di tengah wabah Covid-19, kini kabar yang tak kalah mengerikannya datang dari penyakit menular HIV/AIDS yang kini penularannya mulai mengkhawatirkan warga Garut.

Menurut catatan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten Garut, selain terdapat penambahan jumlah kasus HIV/AIDS, sebarannya juga kini bertambah di 40 dari 42 kecamatan yang ada di Garut dari sebelumnya di 39 kecamatan pada Mei 2020.

Kecamatan terbanyak memiliki kasus HIV/AIDS yakni Kecamatan Garut Kota mencapai 223 kasus (147 AIDS dan 76 HIV), disusul Kecamatan Tarogong Kidul mencapai 103 kasus (66 AIDS dan 37 HIV), dan Kecamatan Tarogong Kaler mencapai 52 kasus (31 AIDS dan 21 HIV).

Menurut Direktur Eksekutif PKBI Kabupaten Garut Denden Supresiana, tersebarnya penularan HIB/AIDS didominasi faktor perilaku orientasi laki seks laki (LSL).

Data PKBI Kabupaten Garut menunjukkan, hingga saat ini, total jumlah penduduk Garut terinfeksi HIV/AIDS mencapai sebanyak 760 jiwa, terdiri atas 435 kasus AIDS, dan 325 kasus HIV. Sebanyak 181 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) itu di antaranya meninggal dunia.

Terdapat penambahan lima kasus baru HIV/AIDS dalam rentang dua bulan terakhir dari sebelumnya total kasus HIV/AIDS pada Mei 2020 di Garut mencapai sebanyak 755 kasus.

Tren peningkatan temuan kasus penularan HIV/AIDS di Garut didominasi populasi kunci/faktor kalangan pelaku seks LSL mencapai 213 kasus. Sebanyak 133 kasus di antaranya HIV dan 80 AIDS.

Dua faktor dominan lainnya berupa 188 IDU’s/Penasun maupun jarum suntik narkoba meliputi 135 terinfeksi AIDS dan 53 HIV, serta 165 pasangan resiko tinggi (resti) perempuan (97 AIDS, dan 68 HIV).

Disusul faktor resiko HRM (pria Resti) terinsfeksi 113 (72 AIDS dan 41 HIV), pasangan resti laki-laki 34 (18 AIDS dan 16 HIV), waria terinsfeksi 24 (15 AIDS dan sembilan HIV), 16 prinatal/anak (11 AIDS dan lima HIV), tak terindentifikasi lima terinsfeksi AIDS, dan dua wanita pekerja seks (WPS) terinsfeksi AIDS.

Sebanyak 760 ODHA di Garut itu terdiri atas sebanyak 513 laki-laki (288 AIDS dan 225 HIV) dan 247 perempuan (147 AIDS dan 100 HIV). Usia mereka mulai kurang satu tahun hingga 60 tahun lebih.

Sepertinya, orientasi Laki Seks Laki di Garut sekarang terkesan cenderung menjadi gaya hidup. Hasil penelisikan, mereka yang berorientasi LSL ini dalam kesehariannya tampak normal. Di antara mereka juga biasa menikah, punya isteri. Ini yang memprihatinkan. Harus diwaspadai, dan semestinya menjadi perhatian semua pihak. (*)

Reporter : Nul
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here