Dalam 6 Bulan Kejari Garut Naikkan 11 Perkara, 4 Kasus Tipikor dalam Proses Tuntutan

garutexpress.id- Sebagai upaya penanganan berbagai kasus yang terjadi, termasuk kasus tindak pidana korupsi (Tipikor), Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut terus meningkatkan kinerjanya. Bahkan, beberapa kasus saat ini sudah dinaikan statusnya dan beberapa di antaranya sedang dalam proses penuntutan.

Kepala Kejari Garut, Sugeng Hariadi, menyebutkan secara umum kinerja Kejari Garut saat ini terjadi peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Begitu dirinya menjabat sebgaai Kepala Kejari Garut sejak enam bulan lalu.

“Saya baru enam bulan bertugas sebagai Kepala Kejari Garut. Namun ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan terkait kinerja kami yang berkat bantuan berbagai pihak termasuk rekan-rekan wartawan, kami telah melakukan tugas baik itu yang berkaitan dengan kemasyarakatan dan juga dengan tugas pokok dan fungsi kami yakni masalah penuntutan,” ujar Sugeng yang ditemui di sela kegiatan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-60 di Aula Kantor Kejari Garut, Jalan Merdeka, Tarogong kaler, Kabupaten Garut, Rabu (22/7/2020).

Dikatakannya, selama ini, tugas dan fungsi berupa penuntutan telah dilakukan dengan baik meskipun persidangan sejeumlah perkar harus dilaksanakan secara online. Dimana setiap harinya rata-rata dilakukan persidangan 6 sampai dengan 10 perkara meskipun di tengah keterbatasan jumlah personil.

Menurutnya, selama dirinya bertugas di Garut, ada satu perkara yang ditanganinya yang sangat menarik perhatian masyarakat Garut yakni kasus penyebaran video asusila yang dieknal dengan video Vina Garut. Kasus ini perkaranya kini sudah putus meskipun pihak kuasa hukum terpidana kemudian mengajukan upaya banding.

Perkara lain yang ditangani dan mendapat perhatian banyak orang yakni penyelidikan-penyelidikan terhadap perkara tipikor. Bahkan untuk saat ini pihaknya telah menaikan beberapa status hanya dalam kurun waktu lima sampai enam bulan terakhir.

“Ada sebelas perkara yang statusnya telah kita naikan selama ini. Perkara tipikor tentu paling banyak mendapatkan perhatian masyarakat,” katanya.

Sugeng mengungkapkan, bahkan saat ini pihaknya telah meningkatkan empat kasus tipikor ke tahap penuntutan. Dua di antaranya melibatkan kalangan eksekutif dimana terdapat seorang kepala dinas serta mantan kepala bidang di Dinas pemuda da Olahraga yang telah dilakukan penahanan. Selain itu, ada pula seorang mantan kepala desa serta rekanan yang juga ditahan dalam kasus dugaan korupsi beras untuk keluarga miskin (Raskin).

Tak hanya itu, disampaikannya pula, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan yang saat ini belum bisa disampaikan secara gambalang ke masyarakat karena masih dalam proses dan pihaknya masih bekerja melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Masih menurut Sugeng, pihaknya juga melakukan pendampingan hukum dalam bidang perdata dan tata usaha negara. Secara intensif, pihaknya juga di dalam refocusing anggaran yang dilakukan oleh pemerintah daerah sudah melakukan pendampingan dalam rangka untuk pencegahan jangan sampai ada kebijakan pemerintah yang tidak patuh pada peraturan perundang-undangan.

“Yang kedua, kaitan dengan masalah penanganan dampak Covid-19, kami juga telah memeberikan masukan ke Pemkab Garut terkait rencana pelunasan utang warga ke bank emok. Kami beri masukan jika hal itu tak perlu dilakukan mengingat tak ada dasar hukum yang kuat kaitan dengan keberadaan bank emok,” ucap Sugeng.

Kajari mengatakan jika apa yang telah dilakukannya itu merupakan sebuah kinerja yang menurutnya merupakan sebuah sumbangsih saran yang sangat berguna bagi pemerintah daerah. Selain itu, terkait program kemasyarakatan, pihaknya juga melakukan program Jaksa Pengacara Negara Bina Desa yang mana pihaknya sudah empat kali turun ke lapangan dan ada beberapa kecamatan yang telah kita lakukan pendampingan dan sosialisasi terhadap penggunaan anggaran dan juga terhadap pertanggungjawaban anggaran yang benar dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Terkait masalah penanganan dugaan korupsi pokok-pokok pikiran (Pokir) di lingkup DPRD Garut, Kajari mengatakan jika saat ini pihaknya masih bekerja sehingga belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Ia pun meminta masyarakat untuk bersabar terkait kejelasan penanganan kasus Pokir ini. (*)

Reporter  : Ahen

Editor      : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here