Anggaran Disiapkan Rp 100 Miliar, Hasil Lelang Proyek Penataan Situ Bagendit Segera Diumumkan

Mamun S.Pd., M.Pd., Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut.***

garutexpress.id- Penentu kebijakan baik Pemerintah Provinsi maupun Pusat sejak 2017 sampai sekarang ada keberpihakan terhadap objek wisata di Garut. Salah satunya Penataan kawasan wisata Situ Bagendit sebesar 100 Miliar yang dilaksanakan seluruhnya melalui kontrak tahun jamak 2020-2021

Menurut Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbu) Kabupaten Garut, Mamun S.Pd., M.Pd., Pemerintah Provinsi dan Pusat memandang bahwa pemerintah Garut melalui Disparbud ada keseriusan dalam mengembangkan sektor pariwisata.

“Kita jalin komunikasi yang baik sehingga membukakan jalan penentu kebijakan di Pemprov dan Pusat ada keberpihakan kebijakan menyediakan anggaran yang besar untuk pengembangan wisata di Garut. Di antaranya penataan Kawasan Situ Bagendit sebesar 100 Miliar dilaksanakan seluruhnya melalui kontrak tahun jamak 2020-2021. Penataannya meliputi 3 gate (masuk) dan 6 Zona, 1 sampai dengan 6. Melalui lelang yang dilakukan oleh Balai Lelang Pengadaan Barang dan Jasa pada Kementetian PUPR. Jika proses lelang sesuai dengan jadwal, pada pertengahan bulan Agustus pemenang lelang sudah ada,” tutur Mamun, Senin (13/07/2020).

Menurutnya, pembangunan obyek wisata Situ Bagendit adalah salah satu bukti dari jalinan komunikasi yang baik dengan Pemprov mapun pusat.

“Termasuk menawarkan obyek wisata Situ Bagendit berkelas dunia pada tahun 2017. Sehingga, penentu kebijakan akhirnya tertarik untuk pembangunan Situ Bagendit berkelas dunia,” katanya.

Dikatakannya, seharusnya pembangunan Situ Bagendit dilaksanakan pada tahun 2019, berhubung dalam lelang pihak ketiga (perusahaan) tidak ada yang memenuhi syarat, akhirnya pembangunan Situ Bagendit oleh pihak provinsi dibatalkan.

”Ya seharusnya dilakukan dengan cepat antara perencanaan dan pembangunan dilaksanakan pada tahun yang sama, yang pada akhirnya waktunya mepet,” tuturnya.

Dijelaskannya, biasanya perencanaan dan pembangunan dilakukan pada tahun yang berbeda, perencanaan pada tahun sebelumnya dan pembangunan pada tahun berikutnya.

“Alhamdulillah pihak Kementrian PUPR merespon, pembanguan sebelah barat yaitu pulau Nusa Kelapa yang berada di wilayah Desa Sukaratu dengan anggaran seratus miliar. Sekarang lagi proses lelang, hasil lelang akan diumumkan akhir bulan Juli dan SPK nya turun pada bulan Agustus,” tandasnya. (*)

Reporter : Tim GE
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here