Waduh! Belasan Warga Garut Pakai Suket Rapid Test Palsu Saat Berwisata ke Pangandaran

garutexpress.id- Sedikitnya ada  12 warga asal Kabupaten Garut dikabarkan memakai surat keterangan (Suket) hasil rapid test palsu saat berwisata ke Pangandaran. Terkait kabar tersebut, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengaku baru mengetahuinya.

“Saya baru tahu, nanti saya panggil Dinkesnya. Itu kan tidak beretika karena harusnya beri keterangan yang benar. Nanti saya panggil,” tutur Helmi, saat diwawancarai beberapa awak media di Hotel Santika, Garut, Senin (29/06/2020).

Menurut Wabup, di era new normal, protokol kesehatan harus sangat diperhatikan. Ia pun menyesalkan ada warga yang menggunakan surat keterangan palsu karena ingin berlibur.

Helmi menyebut, pihaknya sudah tak lagi menyediakan rapid test. Pemerintah Kabupaten Garut kini lebih fokus untuk melakukan swab test karena lebih akurat.

“Hal yang tadi kalau itu benar memalsukan surat keterangan atau apapun bentuknya, saya sangat menyesalkan,” tandasnya.

Helmi meminta kepada warganya untuk tak memaksakan diri berwisata ke luar daerah. Apalagi sampai membuat surat keterangan palsu. Padahal jika tak bisa meminta surat keterangan rapid test, masih ada surat keterangan lain yang bisa dipakai.

“Memang rapid test ini sudah terbatas, kami tak sediakan lagi. Alternatifnya bisa pakai surat bebas ILI (influenza like illness). Itu surat semacam bebas corona, jadi saat diperiksa tidak sedang flu,” ungkapnya.

Ia menganjurkan warga Garut untuk berwisata di daerah sendiri. Masih banyak objek wisata di Garut yang indah dan tak diperlukan surat keterangan. (*)

Reporter : Tim GE

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here