Tower Ambruk Merenggut Korban Jiwa, Begini Penjelasan Kepala ATR/BPN Garut

garutexpress.id- Ambruknya tower di kompleks kantor ATR/BPN Garut yang merenggit korban jiwa mebuta sejumlah pihak tersentak. Bahkan warga sekitar kantor dibuat ngeri saat menyaksikan darah berceceran di kantor itu. Insiden tersebut  juga membuat warga bertanya-tanya terkait keamanan bangunan di kompleks perkantoran.

Menurut Kepala ATR/BPN Kabupaten Garut, Hayu Susilo, tower di kantor lama ATR/BPN itu memang sudah lama mau diturunkan. Sejak dua tahun lalu pihaknya mencari pekerja profesional yang bisa membongkarnya.

“Setelah dicari-cari kami dapat pihak ketiga. Ternyata ada yang sanggup. Orang-orang itu profesional karena sudah terbiasa mengerjakan itu (membongkar tower),” kata Hayu saat dihubungi wartawan, Senin (15/06/2020) sore.

Hayu mengaku tak tahu percis peristiwa itu. Pasalnya saat kejadian dia tak berada di lokasi. Hayu menyebut tower tersebut sudah beberapa kali diminta pihaknya untuk diturunkan. Pasalnya, tower itu sudah tak berfungsi.

“Saya juga kurang tahu tower untuk apa. Tapi kami sebut tower larasita (Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah),” ujarnya.

Proses penurunan tower sudah dilakukan sejak dua minggu lalu. Setelah lebaran, para pekerja mulai membongkar satu per satu bagian tower.

Terkait kondisi tower, Hayu mengaku kurang mengetahuinya. Namun selama dua minggu membongkar tower, ia menyebut belum pernah terjadi kecelakaan kerja.

“Saya enggak tahu (soal kondisi tower). Mereka sudah naik turun selama 2 minggu enggak ada masalah kok,” ucapnya.

Saat ditanya tujuan membongkar tower, Hayu mengatakan jika tower itu akan diturunkan karena kawat penyangganya sudah ada yang putus. Jika tak diturunkan, ia khawatir akan berisiko lebih parah.

“Kami hanya berupaya mengamankan. Makanya kami cari orang profesional. Towernya juga sudah tidak berfugsi daripada bahaya, lebih baik diturunkan,” katanya.

Saat kejadian, diakui Hayu sedang banyak orang yang berada di dalam ruang rapat. Stafnya sedang bertemu dengan perwakilan dari Desa Mekarsari, Kecamatan Cilawu membahas program untuk memenuhi desa lengkap.

“Rapatnya banyak termasuk staf kita. Yang kena dari staf kita dua orang, dari desa dua,” ucapnya.

Pihaknya juga sudah datang ke rumah pekerja tower yang tewas. Pihak keluarga juga tak mempermasalahkan dan menganggap sebagai musibah.

“Kami sudah koordinasi dengan bupati dan minta petunjuk. Itu musibah, kecelakaan murni. Anaknya (pekerja yang meninggal) tadi juga sudah ikhlas,” ujarnya. (*)

Reporter : FW

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here