Terungkap, Kepsek SMKN 1 Garut Bawa Senpi Karena Merasa Terancam

garutexpress.id- Kehebohan soal Kepala SMKN 1 Garut, H. Dadang Johar Arifin yang membawa senjata api akhirnya sampai juga ke pihak kepolisian. Terkait perosalan tersebut, Dadang menyampaikan klarifikasinya ke Polres Garut.

Dalam keterangan persnya, Plh Kasubbag Humas Polres Garut, IPDA Muslih Hidayat,SH
HP., menyampaikan kronologis kejadian tersebut. Bermula pada hari Senin, 08 Juni 2020 sekira Pukul 15.30 WIB telah diperoleh informasi terkait kepemilikan senjata api oleh pemilik yang diduga merupakan Kepala Sekolah SMK I Garut yang viral di media sosial karena pemberitaan media online.

“Selanjutnya pada sekira Pukul 19.45 WIB dilakukan klarifikasi terhadap Kepala Sekolah SMK I Garut yang datang atas kehendak sendiri guna memberikan klarifikasi terhadap pemberitaan tersebut,” ungkap Muslih.

Dari hasil pemeriksaan polisi, Dadang menjelaskan, bahwa senpi tersebut memang miliknya dan biasa dibawa setiap hari, dan tersimpan dalam mobilnya.

Sementara itu, jenis senpi yang dimiki Dadang adalah jenis pistol, merk Beretta, Made In Italy MOD 92 FS, CALLIBER 9mm H 017 24Y CAT. 5802, warna HITAM panjang 210 mm, lebar 100 mm.

Saat menjalani pemeriksaan, Dadang menyebut bahwa maksud dan tujuan membawa dan menyimpan senjata api tersebut untuk menjaga diri.

Kepsek SMKN 1 Garut itu juga menegaskan, ia telah memiliki izin langsung dari Mabes Polri dengan buku kepemilikan senjata No. Pol. SIPSPK/ 10118-a/ VII/2019 tertanggal 31 Juli 2019.

“Saksi (Dadang Johar/red.) menjelaskan, bahwa pada saat itu saksi membawa senjata jenis pistol karet beretta Made In Italy MOD 92 FS CALLIBER 9m H 017 24Y CAT. 5802, warna hitam panjang 210 mm, lebar 100 mm disimpan di dalam saku celana sebelah kanan saksi dan tidak dikeluarkan ataupun ditodongkan kepada siapa pun juga,” jelas Muslih.

Masih menurut kesaksian Dadang Johar di hadapan polisi, pada saat itu dirinya merasa diancam dan diintimidasi oleh masa yang berjumlah kurang lebih 100 orang. Setelah itu masuk ke dalam mobil dan senjata tersebut disimpan di dalam saku celana sebelah kanan saksi.

“Saksi menjelaskan bahwa pada hari Kamis tanggal 04 Juni 2020 sekira pukul 13.00 WIB, awalnya saksi pada saat itu akan melaksanakan olahraga badminton kemudian sebelum saksi melakukan olahraga tersebut mendapatkan kabar dari wakil kepala sekolah SMK I Garut bahwa gedung patriot sudah dibongkar sekerumunan masa,” katanya.

Ditambahkan Muslih, setelah itu Dadang Johar melihat gedung tersebut dan setelah saksi di gedung Patriot sudah dikuasai oleh ormas Pemuda Pancasila, FKPPI dan KADIN, kemudian saksi menghampiri kerumunan tersebut dan menjelaskan kepada mereka.

“Sebelum saksi (Dadang Johar) menjelaskan saksi sudah merasa terintimidasi dan merasa terancam dengan situasi tersebut. Karena saksi takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kemudian saksi masuk ke dalam mobil dan membawa senjata pistol karet jenis beretta tersebut ke dalam saku dan tidak saksi keluarkan ataupun ditodongkan kepada siapa pun, hanya sebatas menjaga atau untuk membela diri saja jika terjadi apa-apa,” ungkap Muslih.

Menurut Muslih, selama proses pemeriksaan, Dadang Johar mengaku tidak merasa ditekan atau dipaksa oleh pemeriksa ataupun oleh orang lain dalam memberikan keterangan kepada pihak Kepolisian. (*)

Reporter : Tim GE

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here