Soal Kasus Buper, JPU Kejari Garut Tunggu Putusan MA

garutexpress.id- Hingga saat ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Garut masih menunggu putusan Mahkamah Agung (MA) atas kasasi yang dilakukan oleh pihaknya terkait kasus pembangunan bumi perkemahan (Bumper) di kaki Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut dengan terdakwa Kadispora, Kuswendi.

Menurut Kasipidum Kejaksaan Negeri Garut, Dapot Dariarma, setelah Pengadilan Negeri (PN) Garut memutus bersalah dengan penjatuhan hukuman kurungan 1,5 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider kurungan 4 bulan penjara, pihak terdakwa melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Bandung.

“Di PT Bandung, majelis hakim tetap memutuskan terdakwa Kuswendi bersalah. Namun putusannya hukuman 1 tahun penjara, dengan masa percobaan hukuman 1 tahun 6 bulan dan denda Rp1 miliar subsider hukuman 1 bulan. Atas putusan PT Bandung ini kami melakukan kasasi ke MA,” ungkapnya.

Diharapkannya, di tingkat kasasi, terdakwa Kuswendi menjalani hukuman kurungan sesuai dengan putusan dari PN Garut dan membayar denda Rp 1 miliar subsider kurungan 4 bulan penjara.

“Kita masih menunggu putusan dari MA seperti apa hingga saat ini,” tandasnya.

Seperti diketahui, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga (Kadispora) Kabupaten Garut, Kuswendi dinyatakan bersalah dalam sidang di Pengadilan Negeri Garut, Kamis (21/11/2019) lalu. Ia diputus bersalah dalam kasus pembangunan buper di kaki Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Dalam persidangan, majelis hakim yang diketuai Hasanuddin menyatakan bahwa Kuswendi dinyatakan melanggar Undang-undang nomor 32 tahun 2009 pasal 109 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Pasal 109 berbunyi, ‘Setiap orang yang melakukan usaha dan/atau kegiatan tanpa memiliki izin lingkungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah)’. (*)

Sumber : rmol


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here