Selama Pandemi, Pemkab Garut Beri ‘Kelonggaran Pajak’ untuk Pengelola Objek Wisata

garutexpress.id- Kelonggaran pajak akan diberikan bagi para pengusaha objek wisata. Selama pandemi Covid-19, dunia wisata terkena imbasnya karena tak ada pengunjung yang datang.

Pemerintah Kabupaten Garut juga memberikan kelonggaran pajak tersebut. Bahkan kelonggaran pajak diberikan hingga akhir tahun ini.

“Bahkan bisa lebih (pemberian kelonggaran pajak). Batas waktu kelonggarannya belum ditentukan karena masih pandemi,” ujar Bupati Garut, Rudy Gunawan, Jumat (12/06/ 2020).

Objek wisata di Kabupaten Garut sejak Senin 8 Juni 2020 telah kembali dibuka. Pemerintah ingin sektor ekonomi di dunia wisata kembali bergeliat setelah hampir tiga bulan ditutup.

Rudy mengaku tak mungkin langsung menagih pajak kepada pengusaha wisata. Apalagi kunjungan wisatawan masih belum pulih.

“Kami ingin gairahkan dulu sektor wisatanya. Jadi kelonggaran pajak ini kami perpanjang. Masa baru dibuka kami tagih pajaknya,” tuturnya.

Kelonggaran pajak bagi pengusaha, diakui Rudy telah diatur oleh Kementerian Keuangan. Besaran pajak yang nanti harus dibayarkan akan diberi keringanan.

“Pajak hotel dan restoran kami beri keringanan 25 sampai 50 persen. Kelonggaran ini sampai kapanpun akan diberikan sambil menunggu wisata pulih,” katanya.

Rudy memprediksi sektor wisata di Kabupaten Garut akan kembali bergeliat di akhir tahun. Pemerintah juga berupaya agar sektor wisata di Kabupaten Garut kembali diminati wisatawan.

“Kami lihat dunia wisata kemungkinan akan kembali pulih di bulan Desember. Soalnya kan anak sekolah juga diprediksi kembali aktivitas akhir atau awal tahun,” ujarnya. (*)

Reporter : Tim GE

Editor       : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here