PLN Garut Fasilitasi Keluhan Pelanggan Listrik Keluarga Penyandang Tuna Netra

Sejumlah keluarga penyandang tuna netra, diterima Manajer Pemasaran PLN Garut, Chumaidi Rahman beserta beberapa staf di Kantor PLN-Garut di Jalan Otista, Garut.***

garutexpress.id- Beberapa orang warga Garut penyandang tuna netra mendatangi kantor PLN di Jalan Otista Kabupaten Garut. Mereka menyampaikan keluhan dan meminta bantuan kepada pihak PLN.

Kedatangan mereka disambut baik oleh jajaran PLN dengan cara menanggapi semua hal yang disampaikan.

Manajer PLN Garut Bagian Pemasaran,Chumaidi Rahman, mengatakan, warga tuna netra yang datang ke kantor PLN mengajukan dua keinginan. Yang pertama, salah seorang penyandang tuna netra yang berdomoisili di area Sanding-Garut kota ingin ada pemeriksaan dan pembenahan instalasi listrik di rumahnya.

“Selain itu, yang keduanya adalah saudara kita, Junaedi yang berdomisili di Desa Cintadamai, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut menyampaikan keinginannya untuk masuk dalam kategori masyarakat penerima program listrik bersubsidi,” ungkapnya.

Chumaidi menambahkan, semua keluhan yang disampaika oleh masyarakat tentu saja akan ditanggapi oleh pihak PLN, termasuk para penyandang tuna netra ini.

“Untuk yang di area Sanding, kami sudah berkoordinasi dengan pegawai lapangan dan akan segera memeriksa titik yang di keluhkan tersebut. Kalau menurut aturannya, kewenangan PLN itu hanya dari tiang sampai KWH, sedangkan dari KWH ke dalam itu kewenangan warga pemakai. Walaupun demikian, kita tetap akan memeriksa dan memberikan bantuan,” katanya, saat dijumpai garutexpress.id di kantor PLN Garut, Jumat (05/05/2020).

Sedangkan untuk usulan Junaedi yang berlokasi di wilayah Sukaresmi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Cikajang.

“Insya Alloh, jika semua proses administrasinya selesai dan sesuai kriteria, kita pasti akan melakukan pemasangan listrik bersubsidi di rumah saudara Junaedi,” ujarnya.

Menurutnya, untuk proses pemasangan listrik bersubsidi itu, pihak PLN tidak mempunyai kewenangan langsung. Secara tekhnis, data warga penerima program listrik subsidi tersebut awalnya adalah ajuan dari warga sendiri kepada pemerintah Desa. Setelah itu, pihak desa mengisikan data warganya ke dalam blanko formulir yang bernama formulir pengaduan kepesertaan subsidi.

“Setelah itu baru disampaikan ke Kecamatan. Yang mempunyai hak akses mengisi aplikasi adalah Kecamatan yang seterusnya disampaikan ke Kementrian. Saat data tersebut di-acc oleh pihak Kementrian Sosial, secara otomatis data itu masuk ke data base dan pasti akan langsung diproses oleh PLN,” katanya.

Dijelaskannya, listrik bersubsidi dengan listrik non subsidi perbedaannya adalah pada harga tarif. Listrik bersubsidi tarifnya lebih murah dibandingkan tarif listrik yang non subsidi. 1 KWH listrik bersubsidi dengan daya 450 VA, tarifnya hanya Rp 415. Sedangkan untuk daya 900 VA, tarifnya sebesar Rp 605 per 1 KWH. Sedangkan listrik non subsidi dengan daya 900 VA, tarifnya Rp 1352.

“Sampai saat ini, jumlah warga Kabupaten Garut yang sudah menikmati program listrik bersubsidi jumlahnya mencapai 427.142 orang,” pungkasnya. (*)

Reporter : Useu G Ramdani.
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here