Pendapatan Anjlok, Sopir Angkot di Garut Keluhkan Bansos yang Tak Merata

garutexpress.id- Dampak wabah Covid-19 masih dirasakan para sopir angkutan umum di Kabupaten Garut. Sejumlah sopir angkot mengeluhkan anjloknya pendapatan mereka.

Aep (33), salah seorang sopir angkota mengaku, akhir-akir ini dirasakan sepi penumpang. Bahkan penghasilannya dalam sehari kadang hanya cukup untuk membeli BBM saja.

“Padahal, sebelum adanya pandemi corona, penghasilan cukup lumayan untuk dibawa ke rumah. Namun setelah corona,jangankan untuk kerumah, buat setoran dan beli BBM saja kadang tidak mencukupi,” kata Aep, saat dihubungi garutexpress.id, Senin (30/06/2020).

Nasib serupa dirasakan Wawan (57) sopir angkot jurusan Cikajang-Garut. Sepinya penumpang berdampak pada anjloknya penghasilan hingga 40 persen.

“Biasanya saya bisa mendapatkan Rp 50ribu sampai Rp 75ribu lebih Sekarang hanya dapat uang antara Rp 30ribu sampai Rp 20ribu sehari,” katanya.

Dengan minimnya penghasilan ini, para sopir juga mengeluhkan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah yang dinilainya tidak merata.

Meski berpenghasilan minim, Ia tetap menjalani profesinya sebagai sopir angkot, lantaran tak ada pilihan lain.

Wawan terbilang masih beruntung, masih memiliki penumpang langganan tetap para pedagang sayuran yang biasa berbelanja ke Pasar. Dari situlah wawan memiliki sedikit pendapatan mulai dari dini hari sampai pagi ia mengangkut sayuran.

“Kami berharap situasi ini segera berakhir. Kami juga mempertanyakan, bansos dari pemerintah itu kenapa tidak merata,” tukasnya. (*)

Reporter : Viky Febrian
Editor     : ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here