Pascalongsor di Singajaya-Garut, Pergerakan Tanah Ancam Sejumlah Rumah Warga

PETUGAS meninjau lokasi longsor di Kampung Cimuncang, Desa/Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (19/06/2020).Foto Dok. BPBD Garut.***

garutexpress.id- Pergerakan tanah di Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat mengancam sembilan rumah warga. Hujan yang lebat sejak Kamis, 18 Juni 2020 malam, membuat sejumlah longsor di beberapa titik.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan, pascalongsor pergerakan tanah masih mengancam rumah warga di Kampung Cimuncang, Desa/Kecamatan Singajaya. Ada sembilan rumah warga yang terdampak dan terancam longsor.

“Tanah di sana labil, ditambah hujan deras mulai sering terjadi. Tanah di dekat rumah warga sudah ada yang alami retakan,” ujar Tubagus, Jumat (19/06/2020).

Sejumlah warga yang terdampak kini sudah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Seorang warga sempat dilaporkan terbawa longsor, namun bisa menyelamatkan diri.

“Seorang warga hampir terbawa longsor di dekat rumahnya. Berungtung dia bisa selamat, tapi sekarang alami trauma,” katanya.

Tidak ada korban jiwa akibat longsor di lokasi tersebut. Namun hingga Jumat siang, pergerakan tanah masih terus terjadi.

Pihaknya sudah meminta warga untuk sementara tak kembali ke rumah. Apalagi intensitas hujan cukup tinggi dan berpotensi terjadi longsor susulan.

“Longsor juga menimpa area pesawahan. Jalan juga ada yang retak-retak. Makanya kami sudah meminta warga mengungsi sementara,” tandasnya. (*)

Reporter : Tim GE
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here