Meresahkan! Preman Mabuk Bawa Pedang Ancam Warga di Pasar Samarang-Garut

garutexpress.id- Seorang preman ngamuk sambil menteng pedah membuat resah warga dan pedagang di Pasar Wisata Samarang, Kabupaten Garut.  Sambil mabuk, preman tersebut terekam CCTV tampak mengancam sejumlah orang.

Video CCTV preman ngamuk itu  viral tersebar melalui aplikasi Whatsapp. Terdapat tiga video yang memperlihatkan tingkah preman yang meresahka itu.

Di video pertama berdurasi 35 detik, seorang sopir truk sampah mendapat intimidasi dari dua orang preman. Terlihat mobil sampah berwarna kuning itu dilempar sesuatu oleh salah seorang preman. Dua kali preman itu melemparkan barang ke bagian depan truk sampah.

Sedangkan di video kedua berdurasi 1,10 menit, preman yang berjalan oleng itu sempat berbincang dengan seseorang tubuhnya lebih kecil dari sang preman. Si preman di akhir video seperti merangkul pria itu.

Sementara di video ketiga, preman tersebut membawa sebuah pedang samurai. Mulanya ada seorang pria yang membawa barang dan dibungkus dengan koran. Pria yang akan masuk ke dalam pos itu lalu dicegat preman tersebut. DIketahui kejadian itu terjadi pada 10 Juni 2020.

Si preman lalu mengambil barang dan membuka bungkusnya yang ternyata berisi senjata tajam. Ia memukulkan senjata tajam itu ke barang-barang yang ada di sekitarnya seperti tong sampah.

Sontak sejumlah orang di sekitarnya, berusaha menjauh. Meski sebagian lagi hanya bisa duduk dalam sebuah saung.

Salah seorang pedagang, sebut saja Dina (28), mengaku aksi premanisme tersebtu sudah berlangsung lama. Ia dan pedagang lainnya sangat resah dengan perilaku preman yang sering mabuk di kawasan pasar.

“Kalau sudah mabuk, pedagang di sini takut. Sampai bawa-bawa pedang segala. Suka malak juga,” ucap Dina, Minggu (14/06/2020).

Preman-preman itu kerap memalak pedagang dan mengeluarkan kata-kata kotor. Di dalam video itu, lanjutnya, terdapat seorang bapak yang berjualan kelapa. Preman itu memalak bapak tersebut, namun ditolak pedagang kelapa itu.

“Semuanya dipalak di sini. Mau buka jongko saja ditagih jutaan sama preman itu. Kayak si bapak (pedagang kelapa) enggak mau kasih japrem makanya dipanggil sama si preman,” katanya.

Terkait aksi premanisme di Pasar Samarang, polisi sudah melakukan tindakan. Kasatreskrim Polres Garut, AKP Maradona Armin Mappaseng menyebut telah mengamankan preman yang berada di dalam video tersebut. “Sekarang lagi diproses di Polres, sudah kami amankan,” kata Maradona. (*)

Reporter : Tim GE

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here