Merambah Pasar Dunia, Para Petani Kunyit di Selaawi Bersiap Jadi Eksportir

garutexpress.id- Sumber daya alam yang ada di wilayah Kecamatan Selaawi bisa dibilang cukup melimpah. Selain bambu yang menjadi produk unggulan nomer wahid di Selaawi, ternyata kunyitpun mempunyai potensi yang cukup bagus. Di sebut sebagai produk unggulan nomer dua setelah bambu, kunyit Selaawi siap merambah pasar dunia.

Ratusan petani kunyit di Kecamatan Selaawi yang tersebar di 7 desa saat ini bisa menghasilkan kunyit sebanyak 2.400 ton setiap musim panennya. Bahkan jika sedang melimpah, kunyit di Selaawi bisa mencapai 4000 ton setiap musim tahunan.

Demikian diungkapkan, Ketua Kelompok Tani Selaawi lll H. Pandi, dalam acara serah terima bantuan mesin giling tepung kunyit dari perwakilan tim Telkom University kepada kelompok tani yang ia ketuai dengan disaksikan Muspika Selaawi, Rabu (03/06/2020).

Selama ini, para petani kunyit di Selaawi menjual kunyit kepada tengkulak dalam bentuk mentahan, yang selanjutnya dijual kembali ke pasar-pasar tradisional. Selain harganya yang tidak stabil, secara ekonoms dinilai kecil.

“Kadang-kadang harganya mencapai Rp 3000 per kilo gramnya, tetapi tak jarang harga anjlok hingga Rp 1500 rupiah untuk satu kilo gramnya,” tambah Pandi.

Dikatakannya, warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Selaawi kini tengah mempersiapkan diri untuk meningkatkan nilai harga jual kunyit ini.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan beberapa lembaga serta dinas terkait. Hasilnya, salah satu universitas yang ada di Bandung siap bekerja sama dalam hal pengolahan hingga pemasaran. Tentu saja semua itu harus di dukung dengan alat dan mesin yang memadai. Jika ingin mendapatkan nilai jual yang lebih bagus, sistem pengolahan yang selama ini bersifat tradisional harus di rubah. Alhamdulillah, Telkom University sudah memberikan bantuan berupa mesin pencacah dan mesin giling tepung.” kata Pandi sambil tersenyum.

Menurutnya, jika produk kunyit yang dihasilkan berbentuk olahan, kedepannya para petani di Selaawi bisa menjadi eksportir dan bersaing di tingkat internasional.

Sementara itu, ketua tim pengabdian masyarakat Telkom University, Boby Hera Sagita, mengatakan, ketertarikan tim Telkom University berawal dari diketahuinya kunyit di Selaawi yang melimpah.

“Sehingga semua tim setuju untuk membantu para petani kunyit Selaawi. Selain itu, lahan yang memadai juga menjadi salah satu faktor penunjang diturunkannya bantuan. Kedepannya, beberapa mesin yang di butuhkan untuk pengolahan akan segera diberikan. Hal senada dikatakan ketua pelatihan peningkatan produktifitas mesin pengolahan kunyit yang juga berasal dari tim Telkom University Budi Pratono,” katanya.

Menurut Budy, program ini akan terus berkelanjutan. Saat ini pihaknya fokus bagaimana mesin-mesin ini bisa lebih produktif, sehingga bisa meningkatkan ekonomi industri kecil, khususnya pengolahan kunyit.

“Disamping bantuan mesin pengolahan, tim dari Telkom university juga memberikan pelatihan kepada para petani. InsyaAlloh di bulan berikutnya kita akan mengadakan program pelatihan dan kegiatan dengan skala yang lebih besar lagi,” pungkasnya. (*)

Reporter : Useu G Ramdani

Editor     : ER

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here