Menumpang Mobil Bak, Pengunjung Wisata Gunung Putri Menantang Maut

garutepress.id- Dengan menumpang mobil bak terbuka, sejumlah pengunjung wisata alam Gunung Putri seolah menantang maut. Seiring masa ‘New Normal’ sjumlah objek wisata di Garut kini mulai ramai pengunjung. Salah satunya, wisata alam Gunung Putri di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Warag di kawasan Gunung Putri mengkhwatirkan para pengunjung yang menggunakan mobil bak terbuka. Terlebih dengan jumlah penumpang over kapasitas. Diharapkan, pengelola kawasan wsata mengutamakan keselamat pengunjung dari pada keuntungan semata.

“Saya dan keluarga menggunakan mobil pribadi tetapi tidak boleh sampai ke atas. Mobil dan sepeda motor harus diparkir di kawasan lahan luas di Kampung Cipenta. Dari sana atau terminal satu pengunjung harus naik mobil bak terbuka ongkosnya Rp 5.000.- per orang. Nah setiap mobil mengangkut penumpang tidak sama jumlahnya, ada yang 17 orang, 18 orang bahkan kalau dengan anak-anak lebih dari 18 orang,” kata Iwan Kanta (55) salah seorang pengunjung asal Wanaraja, Ahad (28/06/2020).

Diharapkannya, pengelola bisa menerapkan aturan tegas bahwa setiap mobil hanya diperbolehkan mengangkut maksimal 15 penumpang.

Dari pantauan GE di lokasi, Ahad (28/06/2020) jumlah pengunjung diperkirakan lebih dari seribu orang. Bahkan kata warga setempat, setiap hari Sabtu-Minggu jumlah pengunjung membludak beberapa kali lipat dari hari-hari biasanya. Puluhan kendaraan roda empat dan ratusan sepeda motor hilir-mudik datang dan pulang silih berganti termasuk yang berjalan kaki.

Salah seorang petugas pengatur kendaraan menyebut, jumlah penumpang dalam satu mobil diserahkan kewenanganya ke sopir yang lebih tahu kekuatan atau kapasitas kendaraan.

“Kalau ongkos Rp 5.000.- per orang, masalah jumlah penumpang terserah sopir saja yang lebih tahu kapasitasnya.” ujarnya.

Sementara itu, Akang salah seorang sopir menyebutkan, jumlah penumpang tentunya tidak akan lebih dari 20 orang dalam setiap pengangkutan. “Ya biasanya jumlah penumpang yang saya angkut hanya sekitar 15-16 orang. Jumlahnya paling banyak 17 orang,” ucap Akang.

Sejumlah warga pun berharap, pengelola jangan aji mumpung, tetapi harus mengutamnakan keselamatan pengunjung.

“Tempat wisata alam yang baru ini jangan sampai tercoreng namanya. Justru harus lebih dijaga, dan ditata dengan baik. Parkir harus aman, dan tarip parkir, jajanan makanan harganya pun
jangan mahal sehingga nantinya pengunjung akan terus datang betah tinggal lama disini,” kata Makmun asal Kec. Tarogong Kaler.

Sebagaimana diketahui, sejak Pekab Garut secara resmi membuka seluruh objek wisata, jumlah pengunjung ke beberapa tempat wisata terus meningkat. Tak hanya ke Gunung Putri, tetapi ke Pantai, TS. Cikembulan, TWA Gunung Papandayan,dan lainnya. (*)

Reporter : Papap
Editor     : ER


Berita Lainnya :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here