Kisruh Hak Guna Toserba Patriot, Kepsek SMKN 1 Garut Diduga Bawa Senpi Kini Diperiksa Polisi

Garutexpress.id – Kisruh hak guna bangunan Toserba Patriot kini semakin memanas. Dikabarkan, Kepala SMKN 1 Garut, Dadang Johar Arifin diduga membawa senjata api dalam saku celananya saat bertemu dengan perwakilan Kadin Garut, Jawa Barat.

Kekisruhan ini bermula dari hak guna gedung eks Toserba Patriot yang digunakan SMKN 1 Garut. Namun belakangan ini, Bupati Garut, Rudy Gunawan malah memberikan hakguna bangunan untuk Kantor Kadin Garut.

Foto Dadang Johar atau yang akrab disapa DJ sedang membawa Senpi di saku depan kanannya beredar luas di media sosial. Akibat aksinya itu, warganet turut mengomentari aksi kepala sekolah senior itu.

Akun Rizal Mardiansyah menuliskan “Koboii jaman now.”

Postingan foto yang diunggal Robi Taufik Akbar tersebut kini terus dibanjiri komentar.

Komentar lainnya, Kang Tisna menuliskan “Air Soft Gun bisa dibawa hanya ketika akan digunakan olahraga. Tidak boleh dibawa ke tempat publik,”

Selain itu, aksi DJ yang tertangkap kamera membawa Senjata Api (Senpi) turut dikomentari sejumlah aktivis Garut.

Salahsatunya dikomentari, Galih F Qurbany, menurutnya sebagai kepala sekolah DJ tak pantas membawa senpi dalam pertemuan dengan Kadin waktu itu.

“Masa ada kepala sekolah bawa Senpi. Itu tak patut,” kata dia, Senin (8/6/2020).

Galih melanjutkan, DJ sebagai seorang kepala sekolah seharusnya memberi contoh bagi guru. Jangan malah berprilaku seperti koboy.

“Jangan seperti itu, masa kepala sekolah berlaga seperti koboy,” ucap Galih.

Informasi diterima garutexpress.id Dadang Johar kini diperiksa Polisi lantaran aksinya membawa Senpi.

Saat akan dikonfirmasi, Dadang Johar baru akan memberikan keterangan pada esok hari, Selasa (9/6/2020).(*)

Tangkapan kamera Kepala SMKN 1 Garut membawa benda mirip senjata api. *

Reporter: Awis
Editor: Citra Kharisma


1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here