Kemarau Segera Tiba, Waspada Heat Stroke Bisa Picu Kematian

garutexpress.id- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan setidaknya, tanda-tanda musim kemarau sudah tampak.

Tanda-tanda ini bisa dilihat di sebagian wilayah Kota Bandung.

Pihak BMKG Bandung menyebut beberapa wilayah sudah memasuki ciri musim kemarau, dalam sesi on air di Radio PRFM 107,5 News Channel pada 7 Juni 2020 lalu.

“Dari data yang kami miliki beberapa wilayah yang sudah memasuki ciri ciri musim kemarau hanya belum merata,” kata Prakirawan Cuaca BMKG Kota Bandung, Yan Firdaus.

Mei hingga awal Juni, merupakan masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

Musim peralihan ini dikenal juga dengan sebutan musim pancaroba, dan sering diwaspadai karena kerap menjadi masa banyaknya orang sakit karena perubahan cuaca.

Namun, tak kalah dari musim pancaroba, di musim kemarau sebaiknya kita juga mewaspadai serangan panas yang kerap diabaikan saat musim kemarau.

Serangan panas ini dikenal juga dengan sebutan heat stroke.

Dilansir dari Pikiran-Rakyat.com dengan judul, Tanda-tanda Musim Kemarau Sudah Terlihat, Waspada Heat Stroke yang Bisa Sebabkan Kematian.

Tak boleh diabaikan, dalam kondisi tertentu heat stroke bisa menyebabkan kondisi gawat darurat.

Dalam penjelasan yang dimuat dalam laman Web MD, disebutkan bahwa heat stroke juga bisa memicu kematian.

Setingkat di bawah kematian, heat stroke bisa menimbulkan kerusakan otak atau organ internal lainnya.

Heat stroke paling berisiko pada mereka yang berusia di atas 50 tahun, atau para atlet yang aktivitasnya banyak dilakukan di bawah sinar matahari.

Heat stroke sendiri didefinisikan sebagai dampak yang ditimbulkan akibat terlalu lama terekspos temperatur tinggi, dan biasanya terjadi seiring dehidrasi.

Heat stroke bisa menggagalkan sistem kontrol temperatur tubuh hingga di atas 40 derajat celsius.

Komplikasi akibat heat stroke bisa menyerang sistem syaraf, atau penyakit lainnya seperti mual, kejang, kebingungan, dan bahkan koma.

Selain suhu tubuh di atas 40 derajat, apa saja gejala heat stroke yang harus diwaspadai?

Gejala heat stroke meliputi sakit kepala berdenyut, pusing, tak keluar keringat meski panas, kulit yang kemerahan dan bersuhu tinggi, kram, mual serta muntah.

Heat stroke juga muncul ditandai dengan detak jantung yang ritmenya cepat, napas cepat serta dangkal, bingung, kejang, hingga tak sadarkan diri.

Jika menemui seseorang atau mengalami heat stroke, ada baiknya Anda harus segera menghubungi layanan rumah sakit.

Usahakan penderita heat stroke dipindahkan ke tempat yang lebih sejuk dan teduh, dan tidak berpakaian tebal.

Pertolongan pertama juga bisa diberikan melalui kompres di ketiak, selangkangan, leher, dan punggung pasien.

Namun, penggunaan es untuk menurunkan suhu tubuh pada penderita heat stroke tidak disarankan dilakukan pada lansia. Untuk lansia penderita heat stroke, sebaiknya segera dilarikan ke rumah sakit. (*)

Sumber : PR


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here