Heboh! Putra Bungsu Bupati Tak Diterima di SMAN 1 Garut

garutexpress.id- Pascapengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK 2020, para orang tua siswa kelas IX SMPN 1-2 Garut dihebohkan dengan kabar tak diterimanya putra Bupati Garut Rudy Gunawan di SMAN 1 Garut.

Tak diterimanya putra bungsu Bupati Garut di SMA favorit di Kabupaten Garut tersebut diketahui dalam proses tahap pertama pendaftaran online tersebut sempat membuat heboh masyarakat, Selasa (23/06/2020) siang.

Sontak saja, kabar terkait putra Bupati Garut tersebut memunculkan berbagai tanggapan masyarakat.

“Terus terang saja, saya salut, saya bangga, saya acungi jempol kepada bapak Rudy Gunawan dan istrinya. Meski dia seorang bupati tapi tidak berani menitipkan anaknya agar diterima di SMAN 1. Beliau tidak memanfaatkan jabatannya, dia juga tidak berkomunikasi dengan pihak sekolah, baik di SMPN 1 maupun ke SMPN 1 agar anaknya diterima,” kata Neneng Kuraesin, orang tua siswa di SMPN 1 Garut.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Garut, Aceng Mulyana, membenarkan jika putra Bupati Garut tidak diterima di SMAN 1 pada tahap pertama. Namun, akan didaftarkan lagi di tahap kedua pada jalur zonasi tanggal 25 Juni, besok.

“Waktu mendaftarkan anaknya, Ibu Diah (Istri bupati) tidak menitipkan agar anaknya diterima. Dia mendaftar seperti orang tua yang lainnya saja. Anaknya pintar nilainya juga bagus, nanti akan daftar lagi di tahap kedua melalui jalur zonasi. Masalah tidak diterima di SMAN 1 itu bukan urusan kami,” ujar Aceng, Rabu (24/06/2020).

Sementara itu, Kadisdik Garut, Totong, mengatakan dirinya merasa bangga dan kagum mempunyai pimpinan yang menjadi tauladan bagi masyrakat.

“Suri tauladan ini lah yang akan menjadi contoh tentunya untuk masyarakat kita, khusus dalam menyekolahkan putra putrinya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujar Totong di ruang kerjanya, Rabu (24/06/2020).

Terkait kabar tersebut, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI Provinsi Jawa Barat, Asep Sudarsono juga angkat bicara. Asep menyebut Bupati Garut Rudy Gunawan memperlihatkan kepada masyarakat, bahwa bupati bisamenjadi tauladan bagi semua orang tua.

“Berita putra beliau belum diterima di SMAN 1 Garut pada pedaftaran PPDB periode I baru saya ketahui setelah pengumuman. Padahal jika mau dengan kewenangan beliau sebagai kepala daerah, sepertinya bisa dengan mudah melakukan intervensi. Subhanallah beliau (Bupati Garut/red.) tidak menggunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi,” ujar Asep melalui pesan Whatsapp pribadinya kepada wartawan.

Ia menuturkan, bahwa bupati mengikuti atuaran yang ada, karena masih ada kesempatan menggunakan periode kedua untuk pendaftaran siswa baru melalui zonasi.

“Beliau melihat ada contoh yang pernah dilakukan gubernur Jawa Barat yang sekarang, Ridwan Kamil. Ketika dulu menjabat wali kota Bandung, putra beliau tidak masuk seleksi ke SMPN favorit. Beliau menerimanya dengan lapang dada, dan jadi gubernur. Kita merasa bangga memiliki pemimpin yang memberikan teladan bagi masyrakatnya. Dan ini menunjukan bahwa di Garut melakukan seleksi PPDB sesuai aturan yang ada, dan pak Rudy Gunawan mengikuti atuaran yang ada,” katanya. (*)

Reporter : Papap Dindin

Ediotor   : ER


Berita Lainnya :

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here