Hati-hati Pendamping PKH! Kadinsos Garut: Salahgunakan Bansos akan Dilaporkan ke Kemensos

garutexpress.id- Untuk para pendamping PKH mesti berhati-hati dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tufoksi). Jangan sampai tergiur dengan ‘tips’ atau imbalan jasa yang ujungnya akan menjerumuskan diri sendiri.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Garut Ade Hendarsah, saat dihubungi wartawan melalui sambungan telfon, Ahad (14/06/2020)

“Apabila ada (Pendamping PKH/ red.) yang menyalahgunakan Bantuan Sosial Non Tunai PKH, kami akan melaporkan ke Kementrian Sosial (Kemensos) untuk mengelurkan SP3. Para SDM PKH harus bekerja sesuai tugas fokok dan fungsinya,” katanya.

Terkait hal itu, baru-baru ini para pendamping atau SDM Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Garut diberikan surat pemberitahuan oleh Kepala Dinas Sosial Pemkab Garut. Surat bernomor : 466.1/573/ Dinsos/2020 tersebut, menegaskan kepada seluruh SDM PKH di kabupaten Garut untuk tidak memegang atau mengumpulkan KKS Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sesuai dengan tagline Kementrian Sosial “Gerakan Pegang KKS Sendiri” oleh KPM PKH.

“Surat pemberitahuan tersebut, menindaklanjuti video conference dengan Direktur Jaminan Sosial Keluarga Kementrian Sosial RI, Kasubit Sumber Daya Manusia, Koordinator Regional PKH, Koordinator Kabupaten/Kota, SPV Sumatera dan Jawa Barat tentang kinerja SDM PKH dan pelaksanaan Bantuan Sosial Non Tunai PKH,” ungkapnya.

Ditegaskannya, mungkin masih ada satu atau dua orang pendamping yang tidak paham dengan tugas fokok dan fungsinya, Sehingga perlu diingatkan.

“Kita perlu mengingatkan kepada SDM PKH. Bisa saja karena ketidaktahuan Kelompok Penerima Manfaat (KPM), sehingga dimanfaatkan oleh pendamping,” tukasnya. (*)

Reporter : Tim GE
Editor : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here