Gegara Wabah Corona, Belasan Warga Garut Masih Terdampar di Papua

garutexpress.id- Belasan warga Kabupaten Garut saat ini terdampar di Provinsi Papua. Sedikitnya ada 19 orang warga asal Garut saat ini tak bisa pulang. Mereka tertahan akibat adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah setempat.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Muksin. Pemkab Garut turut prihatin dengan nasib yang mereka alami. Pemkab Garut sendiri kini tengah berupaya untuk bisa memulangkannya.

“Benar, kami telah mendapatkan laporan adanya sejumlah warga Garut yang saat ini terdampar di daerah Papua. Kami telah berkoordinasi dengan koordinator warga Garut yang ada di Papua, Asep Kuswara,” ujar Muksin, Senin (16/2020).

Menurut Muksin, pihaknya telah meminta kepada Asep agar dilakukan pendataan jumlah warga Garut yang saat ini terdampar di Papua. Disampaikan pula adanya rencana Pemkab Garut untuk membantu memulangkannya.

“Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan, diperoleh keteerangan jika saat ini ada 19 warga Garut yang terdampar di Papua. Identitas ke 19 warga Garut itupun saat ini sudah dikantongi Pemkab Garut,” ungkap Muksin.

Dikatakannya, sebelumnya 19 warga Garut itu beragkat ke Papua untuk bekerja dan berusaha. Namun mereka terdiri dari beberapa kelompok, ada yang kelompok bekerja di proyek pembangun kandang ayam, tukang pangkas rambut, jualan dan pasang plafon rumah, serta ada juga yang berjualan kacamata.

“Sebenarnya, di sana mereka mempunyai penghasilan karena semuanya punya usaha dan pekerjaan. Namun ketika pekerjaan mereka selesai, mereka tak bisa pulang karena terbentur aturan PSBB yang diterapkan pemerintah setempat,” katanya.

Diungkapkan Muksin, bandara di Papua tutup seiring dengan adanya kebijakan penerapan PSBB di Papua. Hal inilah yang membuat mereka tak bisa pulang sehingga terpaksa harus bertahan di Papua.

Akibat kondisi seperti ini tuturnya, maka persedian perbekalan mereka pun terus menipis. Uang hasil mereka bekerja terpaksa terus digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari meskipun di Papua, mereka juga mendapatkan bantuan dari “Paguyuban Sunda Ngumbara” yang ada di sana.

Masih menurut Muksin, pihaknya juga telah meminta Asep untuk mencari informasi kapan bandara di Papua akan mulai dibuka kembali dan kapan mulai ada jadwal penerbangan. Selain itu, pihaknya juga telah mengiventarisir kebutuhan untuk tiket serta kebutuhan lainnya untuk keperluan kepulangan  19 warga ke Garut.

“Kita pasti akan fasilitasi kepulangan mereka dan kita telah inventarisir berapa kebutuhan untuk tiket pesawat serta biaya transport lainnya hingga mereka bisa sampai di Garut. Anggarannya telah kita usulkan dan kita juga telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial,” pungkkasnya. (*)

Reoprter : Ahen

Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here