Gara-gara Garut “Dizona kuningkan,” Bupati Protes ke Gubernur

Rudy Gunawan, Bupati Garut (foto ; Ari Maulana Karang/ kompas.com)***

garutexpress.id – Gara-gara status Kabupaten Garut ditetapkan jadi zona kuning Covid-19, Bupati Garut Rudy Gunawan protes ke Gubernur Jawa Barat ,Ridwan Kamil.

Sebelumnya, Kabupaten Garut ditetapkan dengan status zona kuning menyusul adanya penambahan kasus positif Covid-19 di Garut yang hingga saat ini tercatat ada 25 orang.

“Pola zona itu tidak efektif, justru itu memberikan satu stigma negatif ke daerah, itu merugikan,” ujar Bupati Garut Rudy Gunawan, Kamis (18/06/2020).

Menurutnya, meski ada hitung-hitungannya dalam penetapan zonasi Covid-19, mestinya pemerintah provinsi juga bisa melihat secara kewilayahan.

“Di Garut (status) tiba-tiba (zona) kuning, meski ada hitung-hitungannya yang terpapar itu satu keluarga, harus dilihat secara kewilayahan, itu hanya satu kampung di satu desa, di Garut ada 421 desa, tidak bisa digeneralisir,” tukasnya.

Dikatakannya, Pemda (Garut) sebenarnya bisa memetakan sendiri penyebaran Covid-19 di daerahnya masing-masing. Diyakininya, penyebaran Covid-19 di Garut terkendali.

“Di kami (Garut) ini terkendali, Pak. Saya juga mempersilakan melakukan kegiatan,” ucapnya.

Rudy menegaskan, saat ini yang penting adalah menjaga bagaimana agar masyarakat tidak sampai stres akibat Covid-19. Apa pun bentuk kebijakannya, yang penting masyarakat tidak stres.

“New normal, mau AKB mau apa, pokoknya jangan membuat stres masyarakat,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan bahwa Garut turun ke zona kuning.

“Garut turun ke zona kuning karena ada klaster di Selaawi,” kata Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, dalam konferensi pers virtual melalui YouTube Humas Jabar, Jumat (12/6/2020).(*)

Reporter : AMK
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here