Gandeng Pengacara, Keluarga Pasien Meninggal Dunia Tetap Gugat RSUD dr Slamet Garut

Acep Dani, paman Yogi (almarhum) usai berkonsultasi hukum dengan LBH LSI, Selasa (09/06/2020)***

garutexpress.id- Rencana gugatan pihak keluarga korban meninggal dunia terhadap management RSUD dr Slamet Garut rupanya tak bisa ditawar lagi. Langkah itu tak surut meski kemarin beberapa perwakilan pihak rumah sakit sempat membuka pintu komunikasi dengan mendatangi keluarga almarhum Yogi.

Saat ini keluarga dikabarkan sudah menyiapkan sejumlah berkas dengan menggandeng Lembaga Bantuan Hukum Lingkar Samudra Indonesia (LBH-LSI). Rencananya setelah seluruh kelengkapan tersusun, keluarga akan segera melayangkan berkas gugatan disertai alat bukti dugaan kelalaian pihak RSUD dr. Slamet.

Paman korban, Acep Dani membenarkan jika beberapa waktu lalu sempat kedatangan beberapa orang perwakilan dari pihak tergugat. Namun, ditegaskanya hal itu tak akan mengubah rencana atau proses hukum yang akan ditempuh pihak keluarga.

“Mewakili pihak keluarga saya sampaikan terimakasih atas kedatangan pihak RSUD (dr Slamet Garut). Kendati demikian, rencana gugatan tetap berproses,” ucap paman almarhum kepada garutexpress.id, Selasa (9/6/2020).

Disampaikanya, banyak hal yang perlu diungkap terkait dugaan kelalaian pihak rumah sakit. Dengan demikian pihaknya berharap hal ini dapat menjadi pembelajaran bahwa ada hak warga negara untuk mendapat perlindungan dan kepastian hukum yang seadil-adilnya.

“Bukan berlandas kedengkian, tetapi semuanya harus terang benderang, ada kepastian hukumnya,” tambahnya.

Beberapa hari ini pemberitaan ramai dengan rencana gugatan keluarga korban meninggal dunia asal Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Gugatan ini akan dilayangkan pihak keluarga terhadap RSUD dr. Slamet Garut.

Pihak keluarga menduga kepergian Almarhum Yogi pasca menjalani operasi usus buntu beberapa waktu lalu, terjadi akibat ada unsur kelalaian dari pihak rumah sakit.

“Untuk bukti-bukti berbagai kejanggalan yang yang sempat dialami almarhum, kami mohon maaf belum bisa membuka ke publik untuk saat ini. Tunggu, biar tim kuasa hukum nanti yang menjelaskanya, termasuk kepada kawan – kawan media,” pungkasnya. (*)

Reporter : Doni Melody
Editor     : ER


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here