Divisi Kesehatan Cobra Garut Kritisi Kualitas Pelayanan RSUD dr Slamet Garut

Divisi Kesehatan Cobra Garut Kritisi Kualitas Pelayanan RSUD dr Slamet Garut www.garutexpress.id
Ridwan Setiawan, kader kesehatan Corp Brigade Rakyat (Cobra)

Garutexpress.id – Selama 10 tahun melakukan pendampingan kepada pasien RSUD dr. Slamet Garut, Ridwan Setiawan, kader kesehatan Corp Brigade Rakyat (Cobra), menilai belum banyak perubahan positif dalam hal pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit milik daerah tersebut.

Sedikitnya, ia menyoroti 9 poin keluhan yang selalu dirasa oleh pihak keluarga pasien. Dikatakanya, keluhan semacam ini kerap terulang dialami pasien atau keluarga pasien.

Dirincinya, pertama lambannya penanganan pasien berstatus darurat karena harus mengurus administrasi terlebih dahulu.

Kedua, pasien BPJS tetap harus membeli obat di luar apotek rumah sakit, dengan alasan ketidak tersediaan obat.

Ketiga, ia mengungkap biaya fasilitas ambulan yang dinilainya cukup memberatkan pihak keluarga pasien.

Ke empat, Ridwan menyayangkan lemahnya IGD memberi petunjuk ketersediaan ruang rawat, dalam hal ini keluarga justru diharuskan mencari ruangan sendiri.

Ke lima, selama melakukan advokasi, dirinya mengatakan kerap terjadi penahanan pasien yang sudah diperbolehkan pulang karena belum membayar biaya perawatan. Bahkan seringkali terjadi penahanan jasad pasien yang sudah meninggal.

Ke Enam, dia menduga sering terjadi malpraktik, namun keluarga pasien biasanya hanya pasrah menerima kenyataan karena tidak tahu kemana harus mengadu.

Ke tujuh, lanjutnya, sering terjadi peristiwa pasien meninggal dunia diduga akibat keterlambatan penanganan tim medis.

“Tujuh poin di atas kiranya perlu menjadi perhatian semua pihak agar kualitas menjadi berubah baik. Selain itu kita juga soroti dua poin lainya, yakni dari sektor keamanan dan kebersihan lingkungan. Sering kali terjadi kehilangan barang – barang milik pengunjung atau keluarga pasien,” ungkap Ridwan melalui aplikasi pesan yang dikirim ke redaksi, (16/6/2020).

Dirinya berharap pemerintah Kabupaten Garut menata RSUD dr. Slamet dengan lebih serius. Ia tidak ingin Satu-satunya kebanggan masyarakat Garut tidak memenuhi harapan masyarakat dan tuntutan peraturan perundangan yang semestinya.

Peristiwa meninggalnya salah seorang pasien bernama Yogi, timpalnya, terjadi sebagai contoh akibat dugaan kelalaian tersebut.

“Saya berharap, masalah ini segera dituntaskan agar tidak menjadi preseden buruk bagi pelayanan RSUD ke depannya,” tegasnya.

Penulis: Doni Melodi


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here